Demo Mahasiswa 'Tuntut Normalisasi' Kehidupan di Aceh Dibubarkan Polisi

Agus Setyadi - detikNews
Rabu, 18 Agu 2021 12:02 WIB
Demo mahasiswa di Aceh Dibubarkan polisi (Agus-detikcom)
Foto: Demo mahasiswa di Aceh Dibubarkan polisi (Agus-detikcom)
Banda Aceh -

Demo mahasiswa yang menuntut normalisasi kehidupan masyarakat Aceh saat pandemi Corona atau COVID-19 dibubarkan polisi. Sejumlah mahasiswa tampak diamankan.

Pantauan detikcom, demo digelar di depan pintu masuk gedung DPR Aceh, Rabu (18/8/2021). Para mahasiswa mengenakan almamater kampus UIN Ar-raniry Banda Aceh.

Dalam aksi tersebut, sejumlah mahasiswa membawa poster bertuliskan 'cukup hubungan qu yang online, pendidikan qu jangan', 'orang kaya teriak prokes, orang miskin teriak lapar'. Selain itu, juga ada karton bertuliskan 'negara peduli kita tidak boleh mati karena COVID, tapi negara lupa kalau kita bisa mati karena no money'.

Peserta aksi juga membawa spanduk bertuliskan 'tuntut normalisasi'. Dalam orasinya, mahasiswa meminta kehidupan masyarakat dinormalkan lagi dan kuliah digelar secara tatap muka.

Hanya beberapa menit berorasi, polisi dan Satgas COVID Banda Aceh, meminta peserta aksi membubarkan diri. Seorang anggota Satgas COVID Kota Banda Aceh berbicara lewat pengeras suara dan memberitahu aturan PPKM level 4.

"Banda Aceh level 4. Level 4 itu tidak boleh ada kegiatan kerumunan, untuk penyampaian aspirasi tidak boleh seperti ini," jelas seorang petugas dari balik pagar.

Dia menjelaskan aturan itu tertuang dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri. Selain itu, katanya, untuk melakukan aksi demo juga harus mendapat izin dari pihak kepolisian.

"Kami mohon maaf kepada adek-adek," jelas pria tersebut.

Kabag Ops Polresta Banda Aceh, Kompol Juli Effendi, mengatakan pihaknya bakal memfasilitasi lima mahasiswa untuk beraudiensi dengan pihak DPR Aceh. Namun karena mahasiswa tidak terima, dia meminta peserta membubarkan diri.

"Adek-adek agar membubarkan diri. Kita sedang zona merah, sedang PPKM level 4," kata Juli lewat pengeras suara.

"Kita sudah beri ruang lima orang audiensi ke ke dalam. Sekarang kami berikan hitungan 10. Kami putuskan kami bubarkan," sambungnya.

Dia lalu menghitung mundur dari 10. Polisi berpakaian preman kemudian membubarkan paksa aksi dan mengamankan sejumlah mahasiswa. Mahasiswa yang diciduk tersebut dibawa ke Polresta Banda Aceh.

Lihat juga video 'PB HMI Abdul Muis Masih Pikir-pikir Aksi ke Gedung DPR 16 Agustus':

[Gambas:Video 20detik]



(agse/haf)