Kepala Desa Jemput 2 Warga Aksi Jahit Mulut SUTET
Sabtu, 01 Apr 2006 13:21 WIB
Jakarta - Rasjad dan Tarjono mengakhiri aksi jahit mulut menentang saluran udara tegangan ekstra tinggi (SUTET) yang telah dilakukan selama 21 hari.Keduanya bersedia menyelesaikan aksinya setelah dijenguk oleh Tarjono, Kepala Desa Limbangan, Kecamataan Kersana, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.Rasjad bin Casmin yang berusia 42 tahun dan Tarjono bin Carman yang berusia 36 tahun juga bersedia pulang ke kampungnya bersama kepala desa mereka Sabtu sore ini (1/4/2006)."Ya kita ke sini sebagai bentuk keprihatinan melihat warganya di sini. Ya rencananya mau kita bawa pulang," kata Kepala Desa Limbangan Tarjono.Tarjono menjenguk dua warganya itu di Posko Selamatkan Rakyat Indonesia (SRI) di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat.Sementara Koordinator Solidaritas Advokasi Korban Sutet Indonesia Mustar Bona Ventura mengatakan, setelah ada koordinasi lebih lanjut antara lurah, pelaku aksi dan pihak keluarga, maka sore nanti keduanya akan segera dibawa pulang.Dengan kepulangan dua pelaku aksi ini, maka yang masih bertahan melakukan jahit mulut di Posko SRI tinggal satu orang. Pelaku aksi bernama Maksum yang berusia 27 tahun, yang sudah melakukan jahit mulut selama 21 hari. Maksum berasal dari Desa Brebes, Kecamatan Beber, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.Mustar menjelaskan, pada Senin atau Selasa pekan depan, akan ada tambahan sebanyak 6 orang yang melakukan aksi jahit mulut di Posko SRI. Keenam calon pendemo itu berasal dari Jawa Tengah dan Jawa Barat.
(ir/)











































