Kartun SBY Bikin Downer Geram
Sabtu, 01 Apr 2006 13:18 WIB
Jakarta - Kartun SBY yang dibuat The Weekend Australian membuat Menlu Australia Alexander Downer geram. Pemerintah Australia tidak akan memaafkan pemuatan kartun tersebut."Berdasarkan pemandangan pribadi saya, kartun itu berselera rendah, menyerang dan tidak sopan. Saya tidak melihat manfaat apapun dari publikasi semacam itu," cetus Downer.Pernyataan tertulis Downer dari Kementerian Luar Negeri Australia itu diterima detikcom dari Kedubes Australia di Jakarta melalui surat elektronik, Sabtu (1/4/2006).Meski demikian Downer menyatakan media di Australia bebas untuk mempublikasikannya tanpa campur tangan dari pemerintah Australia."Ini merupakan kampanye internasional tentang pentingnya kebebasan media. Media di Indonesia juga bebas untuk melakukan publikasi," sebut Downer.Namun media dalam mempertahankan haknya, Downer percaya para editor memiliki tanggung jawab untuk berhati-hati terhadap konsekuensi atas apa yang mereka publikasikan."Terutama sekali ketika mereka dengan sadar mempublikasikan bahan yang sepertinya akan menjadi hal yang bersifat menyerang," ucap Downer.The Weekend Australian pada edisi Sabtu 1 April memuat kartun SBY yang digambarkan sebagai anjing sedang menunggangi seorang pria berkulit hitam yang merupakan simbol warga Papua.Kartun itu balasan atas kartun yang dimuat Rakyat Merdeka edisi Senin 27 Maret. PM Australia John Howard dan Menlu Australia Alexander Downer digambarkan sebagai dingo yang sedang bersetubuh. Howard menunggangi Downer.Hubungan Indonesia dan Australia memanas sejak Australia memberikan visa kepada 42 dari 43 warga Papua yang meminta suaka.
(sss/)











































