Round-up

Benang Merah Pesan di Hari Kemerdekaan dari SBY-Mega

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 18 Agu 2021 06:20 WIB
Jakarta -

Upacara HUT Kemerdekaan RI yang ke-76 di Istana Merdeka dilangsungkan sederhana dengan turut mengundang mantan pemimpin negeri, Megawati Soekarnoputri dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Keduanya menyampaikan pesan yang bisa ditarik benang merahnya.

Megawati dan SBY muncul dalam video yang ditampilkan YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (17/8/2021) secara bergantian. Keduanya menitipkan pesan penyemangat di hari kemerdekaan bangsa.

Mega, sang ketua umum PDI Perjuangan, mengawali dengan berbicara pentingnya 'jas merah' yakni jangan pernah meninggalkan sejarah. Tanpa sejarah, bangsa ini tidak akan tahu asalnya.

"Jadi menurut saya, terutama ini untuk anak muda, dalam proklamasi ke-76, ini rasa kemerdekaan itu memang bukan hanya seremonial saja, tapi harus didalami di dalam sebuah cita-cita ke depan bahwa begitu besar pengorbanan kita," ujar Megawati.

Megawati lalu menyampaikan mengenai makna merdeka. Dia ingin seluruh anak bangsa berani menatap masa depan dengan optimistis

"Karena apa arti merdeka itu, sebetulnya karena kita ingin mandiri. Mari pemuda-pemudi Indonesia menatap masa depan dengan penuh gagah berani dan pintar. Itu sebuah keharusan untuk bisa kita membangun negeri ini dengan kekayaan yang belum di-manage untuk menghasilkan sesuatu untuk kita bisa berdiri di atas kaki kita sendiri dan semangat itu harus seperti apa nan tak kunjung padam," ujar Megawati.

Putri proklamator Sukarno ini meminta semua pihak tidak terlena dengan usia Indonesia. Dia ingin Indonesia tetap hidup selama ribuan tahun ke depan.

"Kita jangan terlena, kita baru berumur 76 tahun. Kita inginnya kalau bisa ribuan tahun berdiri. Itu makna yang ingin saya sampaikan dalam rangka 76 tahun kemerdekaan kita. Sekali lagi penuh semangat gotong royong, bangunlah jiwanya, bangunlah badannya, merdeka!" ujar dia.

Setelah Megawati, muncul video SBY. Pesannya hampir sama dengan Megawati, yakni optimistis akan masa depan bangsa dan bisa semakin baik.

"Sebagai manusia dan bangsa yang beriman, kita harus yakin bahwa badai akan berlalu, insyaallah. Mari kita bergandengan tangan untuk mengatasi permasalahan dewasa ini, menuju Indonesia yang makin baik dan makin maju di masa depan," ujar SBY.

SBY menuturkan hari ini merupakan hari bersejarah bagi Indonesia. Dia berharap Indonesia menjadi negara yang semakin rukun dan sejahtera.

"Bicara soal kemerdekaan, di samping kita mesti bersyukur kepada Allah, Tuhan yang Mahakuasa dan berterima kasih kepada para pendiri republik dan semua yang telah mengisi kemerdekaan dari generasi ke generasi, kita mesti terus melihat ke depan bagaimana negara yang kita cintai ini makin maju, makin rukun dan damai, makin adil, dan makin sejahtera," ujar SBY.

Untuk mencapai ke masa depan, kata SBY, tak ada jalan pintas dan harus ada visi dan kerja keras untuk menggapai cita-cita yang besar. SBY juga menyinggung dalam setahun belakangan RI tengah menghadapi tantangan dan ujian sejarah. Salah satu yang dihadapi adalah pandemi Corona.

"Tak ada jalan yang lunak untuk mencapai cita-cita yang besar, setahun lebih ini kita kembali menghadapi tantangan dan ujian sejarah. Pandemi besar, kecemasan sosial, dan tekanan ekonomi yang berat," kata SBY.

Petinggi Partai Demokrat ini paham kalau pemerintah telah berupaya dengan gigih untuk mengatasi krisis ini, namun kerja belum selesai. "Pemerintah dan masyarakat masih harus melanjutkan upayanya. Rakyat patuh dan menjalankan kebijakan pemerintah, pemerintah mendengarkan suara rakyat, dan memenuhi harapan-harapannya," ujar SBY.

(gbr/dwia)