Panglima TNI Beri Kabar Gembira: BOR Wisma Atlet 19%

Rakha Arlyanto Darmawan - detikNews
Selasa, 17 Agu 2021 22:11 WIB
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto
Foto: Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto (Rakha-detikcom)
Jakarta -

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto membawa kabar gembira terkait penanganan COVID-19. Hadi menyebut, kasus konfirmasi atau kasus orang yang terkonfirmasi positif COVID-19 di Indonesia mengalami penurunan.

Hal tersebut Hadi sampaikan saat meninjau Rumah Sakit Darurat COVID-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat pada Selasa (17/8/2021).

"Saudara saudara dengan semangat kerjasama TNI dan Polri, Kementerian Lembaga, Kementerian Kesehatan, dan BNPB, Pemerintah Daerah organisasi masyarakat dari berbagai komponen bangsa, saat ini kasus konfirmasi telah turun," ujar Hadi kepada wartawan, Selasa (17/8/2021).

Sebelumnya, puncak kasus konfirmasi di Indonesia pernah tercatat pada 15 Juli 2021 lalu. Namun, pada 16 Agustus 2021 kasus konfirmasi telah mengalami penurunan yang terbilang signifikan.

Selain itu, Hadi juga menyinggung terkait kasus konfirmasi di wilayah DKI Jakarta yang turut mengalami penurunan drastis. Padahal, DKI Jakarta pada Bulan Juli lalu sempat mencatat kasus konfirmasi harian mencapai angka 12 ribu.

"Puncak kasus terkonfirmasi terjadi pada 15 Juli 2021, sebanyak 56.757. Dan pada 16 Agustus kemarin sudah turun menjadi 17.384. Sementara kasus terkonfirmasi di DKI Jaya pada 12 Juli 2021 sebanyak 14.622, dan pada 16 Agustus 2021 melandai di angka 513," ungkap Hadi.

Sementara itu, RSDC Wisma Atlet kemayoran pun mengalami penurunan bed occupancy rate (BOR). Di mana, RSDC Wisma Atlet pada Bulan Juli lalu sempat terjadi lonjakan BOR yang mengkhawatirkan.

"Untuk RSDC Wisma atlet puncaknya terjadi pada 30 Juli, merawat 7.167 dan bornya 97%. Saat ini RSDC sedang merawat 1.503 dan tercatat BOR-nya 19,04%," ungkap Hadi.

Lebih lanjut, Hadi menjelaskan, kasus konfirmasi di wilayah DKI Jakarta kini telah mengalami penurunan. Bahkan, per-hari ini tercatat hanya ada 84 kasus konfirmasi.

Hadi menyebut, DKI Jakarta kini mulai diberlakukan PPKM Level 3. Dirinya mengatakan, tracing sendiri hingga saat ini masih berada di angka 6,37.

"Saat ini kasus konfirmasi sudah turun menjadi 84 dan masuk Level 3. Sedangkan tracing masih berada di 6,37. Artinya rasionya setiap 1 kasus konfirmasi, kita mampu melaksanakan tracing kontak erat adalah rata-rata 6 orang," tutur Hadi.

Diketahui, BOR di DKI Jakarta kini sudah turun. Selain itu, diketahui pula angka kesembuhan pasien Covid-19 di DKI Jakarta kini mulai mengalami peningkatan, sedangkan angka kematian justru mengalami penurunan.

"Kalau kita melihat BOR-nya itu memang turun drastis 31.18%, artinya adalah terjadinya peningkatan kasus kesembuhan dan angka kematian juga turun menjadi 2,37%," ucap Hadi.

(dwia/dwia)