Pendidikan Anak Yatim Akibat COVID-19 di Bogor Dijamin hingga SMA

Erika Dyah - detikNews
Selasa, 17 Agu 2021 21:20 WIB
Bima Arya Saat Memberikan Bantuan
Foto: Pemkot Bogor
Jakarta -

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor memperingati momen Hari Kemerdekaan RI ke-76 dengan menyerahkan program bantuan pendidikan bagi anak yatim piatu yang orang tuanya meninggal akibat COVID-19. Tak hanya itu, Pemkot Bogor juga memberi pendampingan kepada para anak yatim.

Dalam kesempatan ini, Wali Kota Bogor Bima Arya, Wakil Wali Kota Bogor Dedi Rachim, camat, hingga lurah di wilayah Kota Bogor secara serentak turun menyerahkan bantuan tersebut. Adapun bantuan ini diserahkan kepada 133 keluarga yang kehilangan orang tuanya.

Bima Arya dan Dedi Rachim menyempatkan mengunjungi dua keluarga di Sukadamai Tanah Sareal dan Gunung Batu, Bogor Barat. Bima mengungkap melalui program ini pihaknya berupaya memastikan anak-anak bangsa bisa terus melanjutkan hidup sebagai harapan dan masa depan Indonesia.

"Kita pastikan tidak ada lost generation. Kita sudah mendata, ada 229 anak di bawah 18 tahun yang kehilangan orang tuanya karena terpapar COVID-19," ungkap Bima dalam keterangan tertulis, Selasa (17/8/2021).

Ia memaparkan dari 229 anak tersebut, 150 di antaranya adalah anak yatim, 72 piatu dan 7 yatim piatu. Bima menambahkan, jumlah tersebut berasal dari 133 keluarga. Sementara itu, berdasarkan usia Bima menerangkan 46 anak di antaranya merupakan balita di bawah 5 tahun, 76 anak berusia SD, 53 anak di bangku SMP, serta 54 anak yang masih di SMA.

"Masih mungkin bertambah karena pandemi masih melanda. Dari data tersebut juga dilaporkan bahwa 97 anak di antaranya telah dibantu melalui program-program bantuan keluarga tidak mampu seperti PKH, BPNT dan BPJS. Tapi sisanya yang belum kita akan koordinasikan untuk tetap dibantu," terangnya.

Untuk mencegah terjadinya generasi yang hilang (lost generation), Bima menjamin pendidikan anak-anak tersebut sampai lulus SMA.

"Termasuk yang bersekolah di swasta. Dananya kita usahakan ada yang dari kegiatan atau program dinas, ada juga donasi dari gaji ASN yang disisihkan, termasuk hasil lelang barang pribadi saya kemarin (Rp 53,7 juta). Kemudian semuanya juga akan didampingi konseling dari DPMPPA (Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perlindungan Perempuan dan Anak). Mereka harus tetap bisa meraih masa depan," jelas Bima.

Ia pun menambahkan keberlangsungan program ini akan dilihat per kasus. Untuk itu, pihak Pemkot Bogor juga berkoordinasi dengan pejabat desa terkait pendataan.

"Saya sudah minta kepada Pak Camat, Pak Lurah, mendata kebutuhannya apa. Bermacam-macam, ada yang sudah tinggal dengan keluarganya, ada yang mungkin masih mencari tempat tinggal, ada yang perlu biaya kuliah semuanya di data terlebih dahulu," ujarnya.

"Kita juga sudah punya RPJMD, kita juga sudah memiliki banyak aturan dan program yang intinya menguatkan Bogor sebagai kota yang ramah keluarga dan layak untuk anak. Setiap tahun kita berusaha meningkatkan status itu. Jadi landasan, pijakannya itu. Lain-lainnya saya percaya siapapun pengganti saya nanti tetap akan memiliki kepedulian yang sama," pungkas Bima.

(ncm/ega)