HUT Ke-76 RI, MenPAN-RB Minta ASN Gerak Cepat di Tengah Pandemi

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Selasa, 17 Agu 2021 13:24 WIB
Sekjen KPK Cahya Harefa mengantarkan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), Tjahjo Kumolo, menuju kendaraan dinas menteri di gedung KPK, Jakarta, Senin (21/12/2020).
MenPAN-RB Tjahjo Kumolo (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Tjahjo Kumolo menyadari peringatan ulang tahun ke-76 Republik Indonesia saat ini masih di tengah situasi pandemi virus Corona (COVID-19). Tjahjo pun meminta aparatur sipil negara (ASN) menyesuaikan diri dengan cepat agar tidak tertinggal.

"Karena itu, ASN harus bisa menyesuaikan diri dengan cepat, beradaptasi dengan berbagai situasi dan mengatur strategi agar tetap bisa berkinerja dengan lebih baik. Mereka yang tidak mampu menyesuaikan diri dengan cepat kelak akan tertinggal, baik dari sisi kinerja maupun kariernya," kata Tjahjo dalam keterangan tertulisnya, Rabu (17/8/2021).

Tjahjo menerangkan peran ASN sangat dibutuhkan dalam masa pandemi Corona. ASN, lanjut Tjahjo, dituntut mencari terobosan agar dapat meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

"Saya ingin menegaskan kembali bahwa tugas ASN sesuai dengan undang-undang adalah melaksanakan kebijakan, memberikan pelayanan publik, dan perekat dan pemersatu bangsa. Peran ASN sangat dibutuhkan, terutama dalam masa pandemi COVID-19 ini. ASN harus mampu melihat kondisi lapangan dalam melaksanakan kebijakan, melakukan adaptasi dan mencari terobosan atau inovasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat," kata Tjahjo.

Tjahjo mengajak para ASN terus berani menggagas perubahan di tengah situasi yang tidak menentu ini. Kata Tjahjo, kemampuan ASN dalam melakukan perubahan akan mendorong masyarakat untuk lebih kreatif.

"Saya mengajak ASN untuk terus berinovasi. Di tengah dunia yang penuh dengan ketidaktentuan, dibutuhkan SDM yang memiliki karakter berani untuk menggagas perubahan, berkreasi dengan hal-hal baru, dan memunculkan inovasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik. Kemampuan ASN dalam melakukan perubahan akan mendorong masyarakat lebih kreatif menciptakan kreasi-kreasi yang akan memunculkan kemandirian," ujarnya.

Politikus PDI Perjuangan ini menuntut para ASN berpikir kritis terkait dampak kinerja birokrasi yang mempengaruhi pelaksanaan pelayanan masyarakat. Tak hanya itu, Tjahjo juga mengajak para ASN untuk ber-AKHLAK (berorientasi pada pelayanan Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif) agar tumbuh karakter 'bangsa melayani bangsa'.

"Saya mengajak ASN terus mengembangkan kapasitas diri. ASN dapat belajar kapan pun dan di mana pun. ASN harus berpikir kritis, mampu mengidentifikasi dan menganalisa isu-isu kritikal, serta mengelola perubahan yang berdampak pada kinerja birokrasi secara umum, maupun secara khusus berdampak pada pelaksanaan tugas jabatan sebagai pelayan masyarakat," tutur Tjahjo.

"Saya mengajak semua ASN menerapkan nilai-nilai dasar (core values) ASN ber-AKHLAK yang telah ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo. Ber-AKHLAK merupakan singkatan dari berorientasi pada pelayanan Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif. ASN juga harus menumbuhkan karakter 'Bangga Melayani Bangsa'," imbuhnya.

(whn/knv)