Prabowo: Sukarno Pemersatu Bangsa Meski Berseberangan dengan Keluarga Saya

Matius Alfons - detikNews
Senin, 16 Agu 2021 18:00 WIB
Tahun 2019 ini diwarnai rematch dan manuver elite politik yang mengejutkan. Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto yang semula bersaing sengit kemudian bersatu di kabinet baru.
Prabowo Subianto
Jakarta -

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sempat membahas sosok pendiri bangsa Indonesia, Ir Sukarno saat mengisi acara perayaan 50 tahun CSIS Indonesia. Prabowo mengakui para pendiri bangsa, termasuk Sukarno, memang memiliki keberhasilan cemerlang pada masanya dan merupakan generasi terbaik bangsa.

"Kita harus mengakui bahwa pendiri-pendiri bangsa kita menurut pandangan dan keyakinan saya, mereka adalah salah satu the best generation of our country, they are the founding fathers, generasi pembebas. Harus diakui beberapa karya-karya agung, keberhasilan-keberhasilan cemerlang yang dicapai oleh angkatan 45 tersebut," kata Prabowo dalam acara perayaan 50 tahun CSIS seperti disiarkan channel YouTube GerindraTV, Senin (16/8/2021).

Prabowo kemudian sempat menunjukkan lukisan Sukarno berukuran besar yang dipajang di ruangannya. Meski begitu, Prabowo menyebut sebetulnya Sukarno merupakan sosok yang selalu berseberangan dengan keluarganya.

"Kalau bapak-bapak perhatikan di belakang saya adalah lukisan Bung Karno, padahal banyak yang tahu sebenarnya keluarga saya, orang tua saya berseberangan dengan Bung Karno," ucapnya.

Meski berseberangan, Prabowo selalu mengingat ajaran ayahnya Soemitro Djojohadikoesoemo. Dia menyebut Soemitro selalu mengingatkan kepadanya, meski berseberangan, bagaimanapun Sukarno tetap pemersatu bangsa.

"Tetapi orang tua saya, Pak Soemitro selalu mengajarkan kepada saya walaupun berseberangan secara politik tapi secara hakiki Bung Karno adalah pemersatu bangsa," ujarnya.

Lebih lanjut, Prabowo menyebut Soekarno adalah sosok yang membawa Indonesia menuju kemerdekaan. Tak hanya itu, Dia menyebut Soekarno sebagai sosok yang mampu menyatukan suku, bahas, budaya, agama, hingga menjadi sebuah negara.

"Bung Karno adalah yang membawa kita kepada Kemerdekaan, Bung Karno berhasil mempersatukan ratusan suku, ratusan bahasa daerah, ratusan budaya, berbagai agama besar, sehingga bisa jadi satu dan bisa mendirikan sebuah negara. Kecemerlangan selanjutnya adalah generasi tersebut tidak memilih bahasa mayoritas sebagai bahasa kebangsaan," tuturnya.

Prabowo lalu mempertanyakan apakah generasi saat ini bisa melanjutkan keberhasilan para founding fathers. "Dengan keberhasilan itu, tentu kita juga harus bertanya, sampai di mana kemajuan kita? Karena menurut hemat saya, keberhasilan suatu negara, keberhasilan suatu sistem, keberhasilan suatu ideologi hanya ada 1 ujiannya, bisa nggak membawa kehidupan lebih baik bagi rakyatnya?" imbuhnya.

Untuk diketahui, Soemitro Djojohadikoesoemo pernah tergabung dalam Partai Sosialis Indonesia (PSI), yang mana partai ini merupakan lawan politik Bung Karno pada saat itu.

(maa/tor)