BPPT: Aktivitas Merapi Semakin Meningkat, Lebih Baik
Jumat, 31 Mar 2006 20:48 WIB
Yogyakarta - Gunung Merapi di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta sampai hari ini, Jumat (31/3/2006) masih berstatus waspada. Namun diharapkan semakin meningkatnya aktivitas vulkanik saat ini akan lebih baik daripada tertahan atau tertunda terus menerus.Hal itu dikemukakan Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK), Dr A. Ratdomo Purbo saat memberikan penjelasan kepadaMenteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Purnomo Yusgiantoro usai mengadakan kunjungan singkat di kantor BPPT di Jalan Cendana, Yogyakarta, Jumat (31/3/2006)."Kami berharap setelah peningkatan aktivitas ini tidak terlalu lama. Sebab efeknya akan sangat besar sekali seperti peristiwa tahun 1930-an," kata Purbo.Menurut Purbo, Merapi telah terlalu lama berhenti aktivitasnya sejak meletus pada 10 Februari 2001 atau sudah lebih dari 5 tahun. Dengan kata lain siklus 2 sampai 4 tahun sudah terlewati sehingga sangat wajar bila saat ini mulai meningkat aktivitasnya. "Kita akan terus memantau tetapi tidak tahu kapan Merapi akan meletus," ujarnya.Purbo mengatakan sejak 9 bulan lalu atau sejak bulan Juli 2005 hingga Maret 2006, aktivitas gunung yang mempunyai ketinggian 2.987 mdpl itu terus meningkat.Hal itu ditunjukkan dengan meningaktnya kegempaan dan terjadinya deformasi atau penggembungan puncak yang semakin nampak sejak Februari 2006.Purbo menambahkan, petugas saat ini masih menganalisa hasil analisa data GPS yang diambil dari puncak pada tanggal 29 Maret lalu. Berdasarkan hasil pemantauan melalui beberapa alat cermin yang dipasang di Pos Babadan Magelang, Deles Klaten dan Kaliurang Sleman menunjukkan bila penggembungan kubah itu semakin besar."Karena ada penggembungan jaraknya semakin dekat. Di sisi barat berubah 20 cm dan sisi selatan mencapai 1 meter," papar Purbo.Sementara itu, aliran magma juga semakin naik. Bila beberapa waktu lalu masih berjarak 1 kilometer dari puncak. Saat ini sudah mencapai 500 meter dari puncak. Selain itu, bila dalam keadaan normal, kadar kimia HCL dari magma rendah. "Namun saat ini sangat tinggi. Dan HCL itu murni dari magma," urainya.Sementara itu Menteri ESDM, Purnomo Yusgiantoro meminta petugas di pos-pos pengamatan maupun di Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) terus melakukan pemantauan aktivitas Merapi."Semua petugas baik yang ada di pos pengamatan maupun warga sekitar Merapi untuk selalu waspada," tambah Purnomo.Purnomo juga meminta semua pemerintah kabupaten seperti Magelang, Sleman, Klaten dan Boyolali serta pemerintah provinsi juga diberikan informasi mengenai perkembangan Merapi sehingga mudah melakukan sosialisasi."Bila saat ini sudah disosialisasikan akan lebih baik terutama kepada masyarakat dan penambang pasir Merapi. Pemerintah kabupaten juga akan lebih siap. Namun untuk saat ini belum perlu ada pengungsian," demikian Purnomo.
(ahm/)











































