Wali Kota: 870 Anak di Depok Kehilangan Orang Tua Akibat COVID-19

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Senin, 16 Agu 2021 16:01 WIB
Wali Kota Depok Mohammad Idris
Wali Kota Depok M Idris (Wilda Hayatun Nufus/detikcom)
Depok -

Sebanyak 870 anak di Depok kehilangan orang tua akibat meninggal terpapar COVID-19. Untuk meringankan beban, Pemerintah Kota Depok memberikan bantuan sembako kepada mereka.

"Jadi ada bapaknya, ini juga ditinggal karena COVID. Sekitar ada warga Depok 870-an yatim yang memang bapak atau ibunya meninggal dunia karena COVID ini yang menjadi perhatian kita juga," kata Walikota Depok, Mohammad Idris kepada wartawan, Senin (16/8/2021).

Idris mengatakan pemberian bantuan kali ini merupakan rangkaian dari program 'Depok Sedekah Bersama' yang bersumber dari iuran para ASN. Selain kepada anak yatim-piatu, bantuan diberikan kepada seribu veteran di Depok.

"Masih rangkaian Depok sedekah bersama. Sasaran kali ini kalau yang sebelumnya yang terdampak COVID di komunitas sopir dari komunitas macam macam ya ada. Kalau ini memang warga Depok yang ditinggal oleh orang tuanya karena COVID. Itu juga bagian (pemberian sembako kepada veteran) karena ini event-nya momen 17 Agustus kita juga memberikan perhatian kepada mereka. Sekitar 1.000-an lebih sih ada kalau per orang jiwa ya," ujarnya.

Bantuan ke Warga Isoman

Idris menyampaikan bantuan kepada warganya yang menjalankan isolasi mandiri masih terus berjalan. Bantuan tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

"Kalau bantuan dari APBD yang sudah ada, dasar hukum kuatnya adalah untuk isoman. Itu sudah dan berjalan terus sejak awal 2020 sampai sekarang," tuturnya.

"Ada yang APBD yang non DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial), waktu itu kita awal-awal diperbolehkan untuk arahan dari Kementerian untuk memberikan warga yang non-DTKS. Artinya mereka belum terdaftar di DTKS, ada juga yang terdaftar di DTKS, waktu itu sekitar 100 ribuan lebih, itu belum diberikan apa-apa tapi dia terdaftar. Belum mendapatkan apa-apa karena antreannya banyak. Kata pemerintah itu yang kita berikan dari APBD," sambungnya.

Idris mengatakan pihaknya saat ini juga sedang menunggu bansos dari pemerintah pusat. Nantinya bansos tersebut akan diberikan kepada warganya yang terkena dampak COVID-19 namun belum terdata menerima bantuan.

"Dan sekarang kita sudah siapkan APBD, kita menunggu bansos-bansos yang dari Pemerintah Provinsi, kalau sudah selesai kita akan sisir warga yang terdampak tapi tidak masuk atau belum dapat dari DTKS," ucapnya.

Lebih lanjut Idris mengatakan pihaknya masih berupaya mencari dasar hukum agar bansos dari APBD dapat diberikan kepada warganya yang belum terdata di DTKS. Dia menyebut masih banyak warganya yang belum terdata di DTKS.

"Pusat ini masih terus ya, selama tim gawat darurat ini masih berlaku dia akan terus. Karena hitungannya ini masih sampai akhir tahun mereka dapet terus dari pusat dan makanya, kami akan masih mencari dasar hukum untuk memberikan warga yang terdampak, dan ini memang ada banyak sekali tapi mereka nggak masuk DTKS. Nah kita minta dasar hukumnya boleh nggak APBD memberikan warga masyarakat yang non DTKS karena dampak COVID-19 ini," imbuhnya.

(mea/mea)