Nokia Gugat Dua Perusahaan Lokal Rp 2,3 Triliun, Ada Apa?

Andi Saputra - detikNews
Senin, 16 Agu 2021 15:06 WIB
Gedung Pengadilan Negeri Jakarta Pusat
PN Jakpus (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Nokia melayangkan gugatan kepada perusahaan lokal, PT BMT dan PT SBB, ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus). Tidak tanggung-tanggung, Nokia menggugat kedua perusahaan tersebut total Rp 2,3 triliun. Terkait apa?

Sebagaimana dikutip dari Sistem Informasi Penelusuran Perkara Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (SIPP PN Jakpus), Senin (16/8/2021), gugatan itu mengantongi nomor 47/Pdt.Sus-HKI/2021/PN Jkt.Pst. Nokia di bawah bendera Nokia Technologies OY ternyata menggugat terkait paten.

Berikut ini isi gugatan Nokia ke PT BMT:

1. Menerima Gugatan Penggugat untuk seluruhnya;
2. Menyatakan Tergugat telah melakukan pelanggaran terhadap Paten Penggugat dengan nomor pendaftaran IDP000030632 berjudul "METODE DAN PERALATAN UNTUK MENYAMPAIKAN INFORMASI KONFIGURASI ANTENA MELALUI MASKING" dengan memproduksi, menjual dan/atau menyediakan untuk dijual Produk-Produk Tergugat yang menggunakan Paten Penggugat secara sengaja dan tanpa hak;
3. Memerintahkan Tergugat untuk menghentikan pembuatan, penjualan dan/atau menyediakan untuk dijual Produk-Produk Tergugat yang mengandung Paten Penggugat, khususnya semua ponsel yang menggunakan merek OPPO dan REALME yang adalah sesuai LTE;
5. Memerintahkan Tergugat membayar ganti rugi sebesar Rp. 597.300.000.000,00 atas kerugian material yang diderita Penggugat akibat perbuatan pelanggaran paten yang dilakukan oleh Tergugat;
6. Menghukum Tergugat untuk membayar seluruh biaya perkara.

Nokia juga menggugat PT BMT dengan nomor perkara 41/Pdt.Sus-HKI/2021/PN Niaga Jkt.Pst terkait hak paten. Berikut ini isi gugatan Nokia:

1. Menerima Gugatan Penggugat untuk seluruhnya;
2. Menyatakan Tergugat telah melakukan pelanggaran terhadap Paten Penggugat dengan nomor pendaftaran IDP000031184 berjudul "PENSINYALAN INFORMASI MODULASI TAMBAHAN UNTUK AKSES PAKET HUBUNGAN-TURUNAN KECEPATAN TINGGI" dengan memproduksi, menjual dan/atau menyediakan untuk dijual Produk-Produk Tergugat yang menggunakan Paten Penggugat secara sengaja dan tanpa hak;
3. Memerintahkan Tergugat untuk menghentikan pembuatan, penjualan dan/atau menyediakan untuk dijual Produk-Produk Tergugat yang mengandung Paten Penggugat, khususnya semua ponsel yang menggunakan merek OPPO dan REALME yang mengimplementasikan HSDPA dengan dukungan untuk 64QAM (yang merupakan fitur dari HSPA+ dan biasanya ditandai dengan H+ pada ponsel);
4. Memerintahkan Tergugat membayar ganti rugi sebesar Rp. 597.300.000.000,00 atas kerugian material yang diderita Penggugat akibat perbuatan pelanggaran paten yang dilakukan oleh Tergugat;
5. Menghukum Tergugat untuk membayar seluruh biaya perkara.

Selain itu, Nokia menggugat PT SBB dengan nomor perkara 46/Pdt.Sus-HKI/2021/PN Jkt.Pst. Berikut ini isi gugatan yang dilayangkan ke PT SBB:

1. Menerima Gugatan Penggugat untuk seluruhnya;
2. Menyatakan Tergugat telah melakukan pelanggaran terhadap Paten Penggugat dengan nomor pendaftaran IDP000030632 berjudul "METODE DAN PERALATAN UNTUK MENYAMPAIKAN INFORMASI KONFIGURASI ANTENA MELALUI MASKING" dengan memproduksi, menjual dan/atau menyediakan untuk dijual Produk-Produk Tergugat yang menggunakan Paten Penggugat secara sengaja dan tanpa hak;
3. Memerintahkan Tergugat untuk menghentikan pembuatan, penjualan dan/atau menyediakan untuk dijual Produk-Produk Tergugat yang mengandung Paten Penggugat, khususnya semua ponsel yang menggunakan merek OPPO dan REALME yang adalah sesuai LTE;
4. Memerintahkan Tergugat membayar ganti rugi sebesar Rp. 597.300.000.000,00 atas kerugian material yang diderita Penggugat akibat perbuatan pelanggaran paten yang dilakukan oleh Tergugat;
5. Menghukum Tergugat untuk membayar seluruh biaya perkara

PT SBB juga menghadapi gugatan dari Nokia untuk paten pensinyalan informasi modulasi tambahan. Berikut ini gugatan Nomor 40/Pdt.Sus-HKI/2021/PN Niaga Jkt.Pst:

1. Menerima Gugatan Penggugat untuk seluruhnya;
2. Menyatakan Tergugat telah melakukan pelanggaran terhadap Paten Penggugat dengan nomor pendaftaran IDP000031184 berjudul "PENSINYALAN INFORMASI MODULASI TAMBAHAN UNTUK AKSES PAKET HUBUNGAN-TURUNAN KECEPATAN TINGGI" dengan memproduksi, menjual dan/atau menyediakan untuk dijual Produk-Produk Tergugat yang menggunakan Paten Penggugat secara sengaja dan tanpa hak;
3. Memerintahkan Tergugat untuk menghentikan pembuatan, penjualan dan/atau menyediakan untuk dijual Produk-Produk Tergugat yang mengandung Paten Penggugat, khususnya semua ponsel yang menggunakan merek OPPO dan REALME yang mengimplementasikan HSDPA dengan dukungan untuk 64QAM (yang merupakan fitur dari HSPA+ dan biasanya ditandai dengan H+ pada ponsel);
4. Memerintahkan Tergugat membayar ganti rugi sebesar Rp. 597.300.000.000,00 atas kerugian material yang diderita Penggugat akibat perbuatan pelanggaran paten yang dilakukan oleh Tergugat;
5. Menghukum Tergugat untuk membayar seluruh biaya perkara.

Dari empat gugatan paten itu, total nilai yang dituntut sebesar 2.389.200.000.000. Sidang gugatan ini masih berlangsung di PN Jakpus.

(asp/knv)