Politisi Golkar Ingatkan Mahasiswa Harus Kritis untuk Jadi Problem Solver

Yudistira Perdana Imandiar - detikNews
Senin, 16 Agu 2021 13:32 WIB
Sarmuji
Foto: DPD Golkar Jatim
Jakarta -

Ketua DPD Golkar Jawa Timur M. Sarmuji menjadi salah satu pembicara dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKBM) Universitas Jember. Sarmuji yang juga menjabat Ketua Umum Keluarga Alumni Universitas Jember (KAUJE) berpesan agar mahasiswa mengasah kemampuan akademis maupun dalam hal kepemimpinan.

Sarmuji mengatakan mahasiswa merupakan kelompok elit yang sangat penting bagi perjalanan sebuah bangsa. Ia menyebut pembaharuan dan perubahan sebuah bangsa akan sangat ditentukan oleh mahasiswa.

"Mahasiswa adalah kelompok elit bangsa ini. Karena memiliki posisi yang teramat penting bagi perjalanan sebuah bangsa maka mahasiswa dituntut berperan dan memiliki tanggung jawab yang lebih dibanding kelompok sosial yang lain," kata Sarmuji seperti dikutip dalam keterangan tertulis, Senin (16/8/2021).

Lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Jember angkatan 1992 tersebut meminta mahasiswa terus mengasah skil kepemimpinan dan pemecahan masalah semasa menjalani kehidupan di kampus.

"Mahasiswa harus terus mengasah kemampuan hard skill yang didapat dari bangku kuliah, tetapi yang tidak kalah pentingnya adalah soft skill yang didapat dari interaksi antar mahasiswa dan masyarakat selama menjalani kehidupan mahasiswa seperti berorganisasi dan pembelajaran sosial selama menjadi mahasiswa," pesan anggota Komisi XI DPR RI tersebut.

Ia juga meminta mahasiswa untuk bersikap kritis, agar dapat menemukan solusi dalam pemecahan suatu masalah. Menurutnya, kegagalan dalam mendiagnosis sebuah masalah akan menimbulkan masalah lain yang bahkan bisa lebih pelik.

"Untuk bisa menjadi problem solver, tentu mahasiswa harus berlatih menemukan masalah. Menemukan masalah adalah bagian dari kritisisme mahasiswa dan menemukan masalah adalah bagian usaha untuk memecahkan masalah itu sendiri," ujar Sarmuji.

Sarmuji pun meminta mahasiswa untuk adaptif terhadap perubahan teknologi informasi dan teknologi. Ia menyampaikan persaingan tidak hanya datang dari dalam negeri tetapi sudah dari berbagai negara.

"Adik-adik mahasiswa harus memiliki kemampuan adaptasi yang lebih jika dibandingkan dengan generasi sebelumnya. Kemampuan adaptif adalah jawaban untuk bisa bersaing di masa mendatang di dunia yang tanpa batas saat ini," cetus Sarmuji.

(ncm/ega)