Sedang PPKM Level 4, Pemkot Makassar Larang Warga Gelar Lomba 17-an

Muhammad Taufiqqurrahman - detikNews
Senin, 16 Agu 2021 11:16 WIB
Meski dilarang oleh Gubernur DKI Anies Baswedan, sejumlah warga di bantaran Banjir Kanal Barat (BKB), Jakarta, tetap nekat menggelar lomba tujuh belasan.
Foto untuk ilustrasi: Lomba 17 Agustus warga. (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Makassar -

Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) melarang warganya menggelar kegiatan lomba 17-an untuk memperingati hari kemerdekaan RI. Sebabnya, pandemi COVID-19 belum selesai dan Makassar sedang berlangsung pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4.

"Tidak ada tahun ini di masa pandemi. Tidak ada imbauan lomba-lomba," kata Wali Kota Makassar, Danny Pomanto saat dimintai konfirmasi wartawan, Senin (16/8/2021).

Danny menyebut satu-satunya acara yang akan dilakukan adalah perayaan kemerdekaan secara tematik di atas laut sekitar Pantai Losari pada Selasa (17/8) besok. Itu pun, kata Danny akan disaksikan lewat layar oleh masyarakat. Perayaan kemerdekaan di atas laut juga untuk menghindari kerumunan.

"Jadi tidak ada selain itu. Kita nonton saja di televisi (perayaan 17 Agustus) kita siaran langsung itu. Posko-posko RW harus berfungsi untuk mencegah itu, jadi kita sudah turun jangan sampai naik lagi," ungkapnya.

Dia menegaskan perayaan lomba 17 Agustus akan menimbulkan kerumunan. Hal inilah yang akan dicegah oleh pihaknya. Apalagi, dalam beberapa hari terakhir, kasus Covid-19 Makassar mengalami penurunan dan tidak lagi menembus 400 kasus per hari.

"Jangan sampai naik lagi. Hari ini kasusnya 200 kasus, kemarin 148 kasus, ini naik turun sih, tapi sudah tidak lebih 400 kasus. Dulu kan 700 kasus per hari," terangnya.

Pada kesempatan itu, Danny juga menyinggung soal Testing On the Road dalam beberapa hari terakhir. Menurutnya, setengah dari warga yang terjaring dalam program ini berasal dari luar Kota Makassar. Berdasarkan data terakhir, jumlah yang positif dalam tes ini adalah 22 orang dari 755 orang yang terjaring.

" Ini lebih banyak dari orang luar kota itu persis sama (jumlahnya) hampir setengah-setengahnya (orang Makassar dan luar Kota Makassar).

(tfq/nvl)