Ingat Joni Pemanjat Tiang Bendera 17 Agustus? Begini Sosoknya Sekarang

Antara - detikNews
Senin, 16 Agu 2021 10:07 WIB
Joni memanjat tiang bendera untuk memperbaiki pengait yang bermasalah saat upacara HUT ke-73 RI (Screenshot video viral)
Joni memanjat tiang bendera untuk memperbaiki pengait yang bermasalah saat upacara HUT ke-73 RI. (Screenshot video viral)
Jakarta -

Masih ingat remaja pemanjat tiang bendera saat momen upacara 17 Agustus 2018 di Nusa Tenggara Barat (NTT) bernama Yohanes Gama Marchal Lau (Joni)? Kini Joni telah duduk di bangku SMA.

Joni, yang pernah membetulkan tali di tiang bendera agar Merah Putih dapat berkibar, diberi bingkisan kemerdekaan dari Kapolda NTT Irjen Lotharia Latif dalam rangka menyambut HUT ke-76 RI.

Bingkisan kemerdekaan dari Kapolda NTT itu dititipkan ke Polres Belu untuk diserahkan langsung ke Joni.

"Berkat aksi heroiknya tersebut sehingga dalam rangka HUT RI ke-76 ini, bapak Kapolda NTT melalui kami, memberikan bingkisan sebagai bentuk apresiasi beliau untuk adik kita Joni," kata Kapolres Belu AKBP Khairul Saleh seperti dilansir Antara, Senin (16/8/2021).

Kapolres Belu AKBP Khairul Saleh (kanan) berbincang-bincang dengan Joni bocah pemanjat tiang bendera (ANTARA/Ho-Humas Polres Belu)Kapolres Belu AKBP Khairul Saleh (kanan) berbincang-bincang dengan Joni bocah pemanjat tiang bendera. (ANTARA/Ho-Humas Polres Belu)

Dia mengatakan pemberian bingkisan kemerdekaan itu sebagai bentuk apresiasi Kapolda NTT kepada Joni. Diketahui, saat itu Joni memanjat tiang bendera untuk memperbaiki pengait yang bermasalah. Saat itu tengah digelar upacara HUT ke-73 RI.

Setelah diperbaiki Joni, bendera Merah Putih pun dapat berkibar di perbatasan Indonesia-Timor Leste waktu itu.

Kapolres Belu mendatangi langsung kediaman Joni di Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, NTT. Rumah yang ditempati saat ini juga adalah rumah yang dibangun oleh pemerintah pusat menggunakan APBN sebagai penghargaan kepada si Joni.

Dia menyampaikan kunjungan ini sebagai wujud kepedulian dan apresiasi kepada Joni atas aksinya memanjat tiang bendera yang talinya sempat putus, sehingga bendera Merah Putih bisa dikibarkan.

Selain itu, jajaran Polres Belu ingin memastikan Joni tetap semangat dalam menuntut ilmu untuk meraih cita-citanya, yakni ingin menjadi prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI).

"Kita juga menyampaikan pesan dari Bapak Kapolda kepada adik Joni untuk tetap jaga kesehatan dan semangat dalam menuntut ilmu demi meraih cita-cita", kata AKBP Khairul.

Joni Ungkap Cita-cita Jadi Tentara

Sementara itu, Joni, yang kini duduk di bangku kelas 10 di SMAN 1 Atambua, menyampaikan terima kasih kepada Kapolda NTT atas kado atau bingkisan yang diberikan kepadanya.

Joni Anak Pemanjat Tiang BenderaJoni saat diundang Presiden Jokowi ke Istana. (Foto: Instagram)

"Terima kasih kepada Pak Kapolda NTT atas bingkisan Kemerdekaannya. Terima kasih juga buat Pak Kapolres atas kunjungan ini," ujar Joni.

Ia menyampaikan bahwa cita-citanya hanya satu, yakni ingin menjadi tentara. Oleh karena itu, ia mengatakan bahwa dirinya akan belajar dengan rajin agar bisa mengapai cita-citanya.

Joni sendiri sempat viral pada 2018. Videonya saat memanjat tiang bendera menjadi perbincangan di seluruh media sosial dan media-media mainstream.

Videonya itu membuat dirinya terkenal bahkan sampai sempat diundang ke Jakarta untuk menyaksikan secara langsung pertandingan demi pertandingan Asian Games 2018.

Tak hanya itu, Joni bersama orang tuanya juga sempat diundang oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Istana Negara untuk berbincang-bincang dengan orang nomor satu di Indonesia itu.

(jbr/idh)