Analisis Perubahan Sikap Jerinx Dulu Anggap Konspirasi Kini Percaya COVID

Farih Maulana Sidik - detikNews
Senin, 16 Agu 2021 06:23 WIB
Musisi Jerinx akhirnya disuntik vaksin COVID-19 di Polda Metro Jaya. Ia diketahui disuntik vaksin Sinovac.
Jerinx saat divaksin Corona (Foto: Pradita Utama)
Jakarta -

Musisi Jerinx SID awalnya menganggap Covid-19 hanyalah skema bisnis hingga konspirasi. Namun belakangan, dia mengakui bahwa Covid-19 itu nyata adanya.

Psikologi Universitas Indonesia (UI), Naufal Umam, menyampaikan analisisnya mengenai perubahan sikap Jerinx dalam mempercayai pandemi Covid-19 yang melanda dunia, termasuk Indonesia. Menurut Naufal, perubahan sikap Jerinx itu dinilai wajar terjadi.

"Itu wajar-wajar saja terjadi, kalau lihat pengakuan dia sendiri kan dia di situ setelah dia mengalami orang terdekatnya ada yang kena, ada perubahan sikap di situ," kata Naufal kepada wartawan, Minggu (15/8/2021).

Dia menyebut perubahan sikap seperti itu tidak hanya terjadi pada Jerinx saja. Bahkan, kata dia, hal yang sama akan terjadi pada siapapun jika telah mengalami langsung atau orang terdekatnya terpapar Covid-19.

"Jangankan Jerinx, semua antivaksin yang ekstrem-ekstrem di Amerika juga ketika mereka terpapar dan terkapar di rumah sakit, mereka banyak yang mengatakan bahwa vaksin itu penting," ucapnya.

"Dan kalau kita lihat dari narasi-narasi yang dibawa oleh anti-anti prokes, anti vaksin, itu semua kan data-datanya nggak begitu kredibel dan mereka harus merasakannya sendiri. Entah dari dirinya sendiri atau orang terdekat yang mereka peduli banget di mana ketika mereka sakit, mereka lah yang nggak percaya ini akan kerepotan melawannya itu," tambahnya.

Naufal menemukan hal menarik lain dari sosok Jerinx yang dulu menganggap Covid-19 konspirasi, kini mengakui keberadaan virus Corona itu. Dia menyebut Jerinx tak mengakui semua kesalahannya karena merasa gengsi.

"Tapi kalau yang saya lihat dari kasus Jerinx ini, dari akunnya yang baru itu, dia sepertinya ada gengsinya juga untuk mengakui seluruh kesalahannya itu. Dia agak gensi untuk meniadakan atau menyalahkan dirinya seutuhnya yang sebelumnya itu. Dia melunakkan bagian untuk tidak terlalu menentang lah, khususnya untuk prokes dan vaksinnya itu sendiri," ujarnya.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya: