Sidang Perdana Skandal ASABRI Digelar di PN Jakpus Besok

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Minggu, 15 Agu 2021 17:38 WIB
Gedung Asabri / Ilustrasi Asabri
Gedung ASABRI (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Skandal korupsi dalam pengelolaan keuangan dan dana investasi di PT ASABRI akan segera disidangkan. Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat akan menggelar sidang perdana 8 tersangka kasus ASABRI pada Senin (16/8).

"Sidang pertama hari Senin, tanggal 16 Agustus 2021," kata pejabat humas pada PN Jakarta Pusat, Bambang Nurcahyono, kepada wartawan, Minggu (15/8/2021).

Bambang menerangkan PN Jakarta Pusat sudah menerima berkas 8 tersangka itu. Bambang menyebut terdapat 5 hakim yang mengadili.

"Komposisi majelis hakimnya sebagai berikut: 3 hakim karier tipikor dan 2 hakim ad hoc tipikor," katanya.

Bambang memerinci susunan hakim itu antara lain IG Eko Purwanto sebagai hakim ketua. Kemudian Saefudin Zuhri dan Rosmina duduk sebagai hakim anggota. Selanjutnya, hakim ad hoc tipikor, yaitu Ali Muhtarom dan Mulyono Dwi Purwanto.

Adapun 8 tersangka yang akan segera diadili adalah:

1. Mayjen Purn Adam Rachmat Damiri sebagai Direktur Utama PT ASABRI periode 2011-2016
2. Letjen Purn Sonny Widjaja sebagai Direktur Utama PT ASABRI periode 2016-2020
3. Bachtiar Effendi sebagai Kepala Divisi Keuangan dan Investasi PT ASABRI periode 2012-2015
4. Hari Setianto sebagai Direktur Investasi dan Keuangan PT ASABRI periode 2013-2019
5. Lukman Purnomosidi sebagai Presiden Direktur PT Prima Jaringan
6. Heru Hidayat sebagai Presiden PT Trada Alam Minera
7. Benny Tjokrosaputro sebagai Komisaris PT Hanson International Tbk
8. Jimmy Sutopo sebagai Direktur PT Jakarta Emiten Investor Relations

Kedelapan tersangka tersebut didakwa jaksa penuntut umum dengan dakwaan primer Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Serta dakwaan subsider Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara itu, khusus tersangka Jimmy Sutopo, Benny Tjokrosaputro, dan Heru Hidayat juga didakwakan secara kumulatif dengan tindak pidana pencucian uang.

Ketiga tersangka itu juga didakwa dengan dakwaan primer melanggar Pasal 3 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang. Serta subsider Pasal 4 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

(whn/isa)