Survei IPO: Elektabilitas PKS Turun Drastis, Disalip PAN

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Sabtu, 14 Agu 2021 18:45 WIB
Jakarta -

Indonesia Political Opinion (IPO) mengadakan survei pada 10 Agustus 2021 terhadap 1.200 responden. Hasil survei menyatakan elektabilitas Partai Keadilan Sejahtera (PKS) kini turun drastis sehingga disalip Partai Amanat Nasional (PAN).

Adapun survei ini menggunakan metode multistage random sampling. Margin of error survei ini berada di angka 2,5 persen dengan tingkat kepercayaan 97 persen.

"Terjadi perubahan pada tingkat keterpilihan partai politik, PKS mengalami penurunan signifikan. Kondisi ini seiring dengan peningkatan perolehan angka keterpilihan pada PAN, yang berhasil unggul dari PKS dan mendekati perolehan angka keterpilihan PKB," ujar Direktur Eksekutif IPO Dedi Kurnia Syah melalui keterangannya, Sabtu (14/8/2021).

Di dalam survei tersebut, PAN berada di peringkat 7 dengan 5,8 persen, sedangkan PKS ada di peringkat 8 dengan 4,9 persen. Dedi menilai, jika tren itu bertahan, PAN memiliki peluang besar pada Pemilu 2024.

"Jika kondisi ini konsisten, PAN berpeluang kembali meningkat di Pemilu 2024," tuturnya.

Berikut 18 pilihan responden terhadap partai politik jika pemilu diadakan saat ini:

1. PDI Perjuangan: 19,5%
2. Partai Golkar: 13,8%
3. Partai Gerindra: 12,6%
4. Partai Demokrat: 8,7%
5. Partai NasDem: 7,8%
6. Partai Kebangkitan Bangsa: 7,5%
7. Partai Amanat Nasional: 5,8%
8. Partai Keadilan Sejahtera: 4,9%
9. Partai Perindo: 2,1%
10. Partai Persatuan Pembangunan: 1,9%
11. Partai Berkarya: 1,9%
12. Partai Solidaritas Indonesia: 1,8%
13. Partai Hanura: 0,9%
14. Partai Gelora: 0,7%
15. Partai Bulan Bintang: 0,5%
16. Partai Garuda: 0,2%
17. PKPI: 0%
18. Partai Ummat: 0%

Kepuasan Responden Terhadap Kinerja Menteri

Kemudian, IPO juga merilis survei yang berisi kepuasan para responden terhadap kinerja menteri sejauh ini. Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini (Risma) berada di posisi paling atas.

Menteri BUMN Erick Thohir menyusul Risma di posisi kedua. Posisi ketiga diisi oleh Menparekraf Sandiaga Uno.

Berikut daftar lengkap tingkat kepuasan terhadap kinerja menteri di kabinet Indonesia Maju:

1. Tri Rismaharini: 57,5%
2. Erick Thohir: 54,2%
3. Sandiaga S. Uno: 41,4%
4. Budi Gunadi Sadikin: 34,7%
5. Tito Karnavian: 32,2%
6. Prabowo Subianto: 31,0%
7. Basuki Hadimuljono: 28,6%
8. Yaqut Cholil Qoumas: 27,8%
9. Sri Mulyani Indrawati: 26,3%
10. Mahfud Md: 24,9%
11. Luhut Binsar Pandjaitan: 23,4%
12. Airlangga Hartarto: 17,0%
13. Retno L Marsudi: 14,5%
14. Budi Karya Sumadi: 7,3%
15. Abdul Halim Iskandar: 7,0%
16. Syahrul Yasin Limpo: 6,4%
17. Muhadjir Effendy: 6,2%
18. Agus Gumiwang Kartasasmita: 5,0%
19. Nadiem Makarim: 4,2%
20. Bahlil Lahadalia: 4,0%
21. Pratikno: 3,1%
22. Johnny G Plate: 2,0%
23. Sofjan Djalil: 1,9%
24. Tjahjo Kumolo: 1,7%
25. Teten Masduki: 1,5%
26. Muhammad Luthfi: 1,4%
27. Ida Fauziah: 0,9%
28. Zainudin Amali: 0,5%
29. Arifin Tasrif: 0,2%
30. Siti Nurbaya: 0,2%
31. Suharso Monoarfa: 0,1%
32. Yasonna Laoly: 0,1%
33. Sakti Wahyu Trenggono: 0,1%
34. Gusti Ayu Bintang Darmawati: 0,1%

Menteri Paling Tidak Memuaskan

Selanjutnya, IPO menyediakan data survei tingkat ketidakpuasan responden terhadap kinerja menteri di kabinet Indonesia Maju. Dalam survei itu, Menkumham Yasonna Laoly menjadi menteri dengan kinerja paling tidak memuaskan.

Setelah itu, ada nama Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki di posisi kedua. Posisi ketiga diisi oleh Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziah.

Berikut daftar lengkap menteri dengan tingkat ketidakpuasan responden terhadap kinerja menteri di kabinet Indonesia Maju:

1. Yasonna Laoly: 49,0%
2. Teten Masduki: 46,1%
3. Ida Fauziah: 44,5%
4. Zainudin Amali: 39,8%
5. Pratikno: 35,1%
6. Sakti Wahyu Trenggono: 30,4%
7. Gusti Ayu Bintang Darmawati: 27,9%
8. Siti Nurbaya: 25,0%
9. Johnny G Plate: 19,5%
10. Nadiem Makarim: 16,0%
11. Arifin Tasrif: 15,3%
12. Suharso Monoarfa: 13,6%
13. Agus Gumiwang Kartasasmita: 12,1%
14. Tjahjo Kumolo: 11,9%
15. Sofjan Djalil: 10,3%
16. Muhammad Luthfi: 9,6%
17. Bahlil Lahadalia: 5,6%
18. Airlangga Hartarto: 4,0%
19. Yaqut Cholil Qoumas: 3,1%
20. Syahrul Yasin Limpo: 2,5%
21. Mahfud Md: 2,4%
22. Abdul Halim Iskandar: 1,4%
23. Budi Karya Sumadi: 1,3%
24. Muhadjir Effendy: 1,0%
25. Luhut Binsar Pandjaitan: 0,4%
26. Budi Gunadi Sadikin: 0,2%.

(aud/aud)