Ramai Mural 'Jokowi 404: Not Found', Ismail Fahmi Jelaskan Misteri 404

Danu Damarjati - detikNews
Sabtu, 14 Agu 2021 14:48 WIB
FORT LAUDERDALE, FL - MARCH 07:  Lt. Mike Baute from Floridas Child Predator CyberCrime Unit talks with people on instant messenger during the unveiling of a new CyberCrimes office March 7, 2008 in Fort Lauderdale, Florida. One of the people on the other side of the chat told Lt. Baute, who is saying he is a 14-year-old girl, that he is a 31-year-old male and sent him a photograph of himself. According to current statistics, more than 77 million children regularly use the Internet. The Federal Internet Crimes Against Children Task Force says Florida ranks fourth in the nation in volume of child pornography. Nationally, one in seven children between the ages of 10 and 17 have been solicited online by a sexual predator.  (Photo by Joe Raedle/Getty Images)
Ilustrasi (Foto: dok. Getty Images)
Jakarta -

Seiring tersiarnya kabar mural 'Jokowi 404: Not Found' di Tangerang, tagar serupa menjadi trending topic di Twitter. Sebenarnya bagaimana sejarah 404? Ismail Fahmi menjelaskan ada misteri di topik itu.

Ismail Fahmi dikenal sebagai pakar media sosial pendiri Drone Emprit. Dia juga merupakan peraih gelar PhD dalam ilmu informasi (information science) Universitas Groningen.

Terlepas dari isu politik, 404 adalah angka yang sering muncul di layar komputer atau tampilan peramban (browser) bila pencarian gagal menemui hasil. Lewat akun Twitter-nya, Ismail Fahmi menjelaskan sejarah di balik penggunaan angka 404 ini. Dia mengizinkan detikcom untuk mengutip penjelasannya.

Berdasarkan sejarah yang umum diketahui, 404 tercipta di lantai 4 gedung CERN (Conseil Européen pour la Recherche Nucléaire/Dewan Eropa untuk Riset Nuklir), di Swiss. Di lantai 4 gedung CERN, ada ruangan bernama Room 404.

Di dalam Room 404, staf-staf ditugasi untuk mencari berkas-berkas. Hasil pencarian yang didapat staf akan dikirim lewat sistem informasi yang sudah sangat lazim digunakan saat ini, yakni world wide web (WWW). Adapun WWW sendiri ditemukan oleh Tim Berners-Lee pada 1990.

Saat itu, bila staf-staf di Room 404 tidak menemukan berkas yang dicari, mereka akan berkirim pesan lewat WWW dengan menyampaikan keterangan bertuliskan 'Room 404: File not found'.

"Ketika WWW (world wide web) digunakan makin luas, tidak hanya di lingkungan simulasi gedung CERN, protokol WWW tetap menggunakan 404 sebagai kode eror ketika halaman yang dicari di sebuah situs web tidak ditemukan," kata Ismail Fahmi lewat Twitter, Sabtu (14/8/2021).

Selanjutnya, soal misteri 404:

Simak video 'Polisi Buru Pembuat Mural Jokowi '404: Not Found'':

[Gambas:Video 20detik]