Blair: Konsolidasi Kekuatan OKI dan PBB

Blair: Konsolidasi Kekuatan OKI dan PBB

- detikNews
Kamis, 30 Mar 2006 15:38 WIB
Jakarta - Bila kelak pasukan AS dan Inggris mundur dari Irak, PM Tony Blair berharap negara-negara anggota OKI dan PBB mengkonsolidasikan kekuatan agar dapat menggantikan peran mereka di sana.Demikian ungkap Rektor Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Azyumardi Azra, usai berdiskusi dengan Blair di Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis (30/3/2006). Pernyataan Blair itu sendiri merupakan tanggapan atas himbauan agar Inggris menarik pasukan mereka dari Irak. "Pak Tony Blair bilang kalau itu dipenuhi maka kemudian PBB dan OKI harus segera mengkonsolidasikan kekuatannya untuk bisa menggantikan peran AS dan sekutunya di sana," kata Azyumardi.Ia berpendapat, usulan Kepala Pemerintahan Inggris di atas masuk akal dan perlu ditindak lanjuti. Pendudukan AS dan Inggris di Irak justru merupakan salah satu sumber masalah tapi bukan berarti penarikan pasukan akan menyelesaikan segala persoalan.Tetap perlu ada kekuatan militer multilateral untuk menjaga stabilitas keamanan sambil mempertahankan kondisi kondusif bagi pembentukan sistem pemerintahan baru yang akan berlangsung. "Kalau yang menjaga di situ adalah pasukan PBB ataupun pasukan OKI, saya kira akan lebih bagus," sambungnya.Diskusi tentang Islam dengan Blair difasilitasi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Forum tersebut itu diikuti pula oleh Aa Gym, Din Syamsuddin, Nazaruddin Umar dan Quraish Shihab. Perubahan InggrisAzyumardi juga mengungkapkan bahwa selama diskusi yang berlangsung selama hampir satu jam tersebut, ia menangkap kesan bahwa Inggris akan lebih mendekati dunia Islam dengan soft power. Pendekatan yang lebih menekankan pada dialog lintas budaya dan agama dibanding kekerasan. Indonesia merupakan salah satu negara Muslim yang dinilai Inggris paling tepat untuk dirangkul sebagai rekan kerja sama. "Tapi dialog perlu tindak lanjut yang jelas. Program yang jelas termasuk perubahan orientasi kebijakan luar negeri Inggris. Kalau dialog tidak disertai dengan perubahan, ya tidak banyak manfaatnya. Malah hanya menimbulkan kekecewaan yang tidak perlu," paparnya. (atq/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads