Dialog dengan Blair
Din: Semoga Dibawa Mimpi
Kamis, 30 Mar 2006 15:11 WIB
Jakarta - Sejumlah tokoh Islam yang berdialog dengan Perdana Menteri Inggris Tony Blair merasa kurang puas. Kritik yang dilontarkan tokoh Islam kepada Blair atas invasi Inggris ke Irak tidak ditanggapi.'Mudah-mudahan Dibawa Mimpi'. Demikian harapan Ketua PP Muhammadiah Din Syamsuddin atas semua masukan dan saran pendekatan terhadap kelompok garis keras Islam yang ia sampaikan ke PM Inggris termuda itu."Permintaan kami agar Inggris menarik pasukannya dari Irak tidak ditanggapi khusus. Ya mudah-mudahan lah dibawa dalam mimpi. Sehingga dia nanti dibangunkan mimpi bahwa saran itu sangat baik," kata Din di Kantor Presiden, Jakarta (30/3).Harapan itu disampaikannya pada wartawan usai berdiskusi tentang Islam dengan Blair. Forum yang difasilitasi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu diikuti pula oleh Aa Gym, Azyumardi Azra, Nazaruddin Umar dan Quraish Shihab. Menurut Din dalam diskusi tadi, mereka sepakat terorisme merupakan kejahatan besar bagi kemanusiaan dan peradaban. Namun pemberantasannya jangan dengan kekerasan yang sebenarnya aksi teror juga. Seperti aksi penyerangan militer dan pendudukan ke negara yang dituduh sebagai pelaku terorisme.Maka dari itu, Din mengkritik pendekatan pemerintah Inggris terhadap masalah Timur Tengah. Langkah pemerintah Inggris mengikuti ajakan Amerika Serikat (AS) menduduki Irak secara sepihak dan mengabaikan peran lembaga multilateral merupakan kesalahan besar. "Pendudukan atas Irak hanya mendorong radikalisasi, munculnya kelompok radikal, ekstrimis maupun terorisme baru. Makanya pasukan mereka harus ditarik. Dalam rangka dialog, kita dorong Inggris mengambil peran sebagai model dari negara barat yang memelihara hubungan dengan minoritas muslim," papar Din.
(ary/)











































