Dialog dengan Santri, Blair Dihujani Pertanyaan 'Berat'
Kamis, 30 Mar 2006 14:48 WIB
Jakarta - Setelah diajukan pertanyaan mengenai pelarangan jilbab, Perdana Menteri Inggris Tony Blair masih ditodong sejumlah pertanyaan berat lainnya. Blair pun kembali kaget dan terkejut.Pertanyaan yang diajukan santri itu meliputi invasi Amerika Serikat dengan Inggris ke Irak, kebebasan beragama, masalah Palestina dengan Israel serta ditanya juga mengenai perasaan Blair apabila dia adalah warga Irak.Blair pun menjawab pertanyaan para santri itu dengan lugas dan memberikan senyuman. Soal invasi ke Irak, Blair menegaskan bahwa hai itu diperlukan agar Irak dapat menjadi negara demokratis dengan tersingkirnya Saddam Husein."Kita butuh menyikirkan Saddam. Kini di Irak tengah ada proses. Begitu juga di Afganistan. Kini di Irak dan Afganistan, rakyatnya mendapat hak yang sama seperti di Inggris dan Indonesia untuk memilih pemimpin mereka," kata Blair di ruang auditorium Ponpes Darunnajah, Jl Ulujami Raya No 86, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Kamis (30/3/2006).Blair kemudian ditanya pendapatnya mengenai kebebasan beragama. Dia menilai kebebasan beragama merupakan hak asasi setiap orang dan dia melihat hal itu telah tercapai di Indonesia."Saya juga belajar mengenai agama-agama lain. Pada dasarnya agama mengajarkan cinta dan perdamaian. Kita harus menghormati negara lain dan memahami," jelasnya.Santri lainnya juga mengajukan pertanyaan kepada Blair. Kalau anda orang Irak, apa yang anda rasakan? Atas pertanyaan ini, Blair mengeluarkan sedikit senyum, mungkin saja menyembunyikan kekagetannya. "Apa yang saya rasakan pasti berbeda dengan anda. Tapi bukan anda atau saya yang menentukan, tapi mereka sendiri yang merasakan. Untuk itu pemahaman itu perlu. Itu kenapa saya berada di sini untuk berdialog," urai Blair.Santri lainnya meminta Blair untuk menyampaikan salamnya kepada PM Israel. Salamnya itu berupa permohonan agar PM Israel menghentikan perangnya dengan Palestina."Tolong beri salam saya ke PM Israel yang baru dan bilang ke dia untuk menghentikan perang di Palestina," kata santri itu. Blair pun mengangguk dan menyatakan kesetujuannya. Namun dia berpendapat, masalah Israel dan Palestina bukanlah hal yang mudah diatasi."Saya setuju tidak ada yang lebih penting selain perdamaian di Palestina dan Israel. Tapi itu masalah yang susah tapi akan saya lakukan yang terbaik. Dampaknya tidak hanya pada mereka tapi seluruh dunia," ungkapnya.
(atq/)











































