Kunjungan Blair
RI-Inggris Sepakat Dialog Rutin
Kamis, 30 Mar 2006 13:50 WIB
Jakarta - Pemerintah Indonesia dan Inggris sepakat menggelar dialog rutin antar umat beragama Islam. Ini wadah bagi para tokoh dan cendekiawan dari kedua negara untuk membicarakan berbagai perbedaan pemahaman tentang Islam. "Saya harap forum ini tidak hanya bermanfaat bagi umat beragama di RI dan Inggris. Tapi juga memberi sinyal pada dunia tentang perlunya menjembatani perbedaan dan menghapus prasangka terhadap Islam," kata PM Tony Blair di Kantor Presiden, Jakarta Pusat, Kamis (30/3/2006). Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjelaskan tujuan kerjasama keagamaan di atas adalah mengurangi jurang pemisah antara dunia Islam dan non-Islam. Bila perlu dikembangkan ke arah dialog antar budaya. "Dengan forum dialog ini, kita bisa terus menerus berkomunikasi untuk kepentingan membangun dunia yang damai," ujar SBY. Sepakat dengan SBY, Ketua PP Muhammadiyah Syafii Maarif menyatakan dukungan membentuk forum dialog antar agama RI-Inggris. Ia meyakini dengan dialog terbuka yang tidak lagi didasari prasanggka akan memberi pencerahan pada kedua pihak. Baik dunia Islam maupun Barat. Dalam diskusi dengan Blair yang hanya kurang dari satu jam, dirinya mendapat banyak masukan tentang informasi sepihak yang berkembang selama ini. Yaitu prasangsa antara Islam tentang Barat, begitu juga sebaliknya. "Selama ini Barat menduga Islam membenci mereka. Sebaliknya kita mencurigai bahwa Barat mengembangkan opini bahwa Islam agama kekerasan. Blair terkejut mendengar itu. Sebab yang terjadi ternyata tidak demikian," ungkap Din. Kesepatakatan membentuk forum dialog tersebut merupakan kesimpulan diskusi antara Kepala Pemerintahan Inggris itu dengan lima orang ulama dan cendekiawan Muslim Indonesia. Mereka adalah Aa Gym, Azyumardi Azra, Din Syamsuddin, Nazaruddin Umar dan Quraish Shihab. Menurut Presiden SBY, diskusi berlangsung terbuka. Para ulama dan cendekiawan Muslim yang mempunyai pandangan moderat tersebut mencurahkan pemikiran dan pendapat kritis masing-masing mulai dari pesan moral sampai policy. "I enjoy this exciting moment," komentar Blair seraya menengok pada para lawan diskusi singkatnya.
(atq/)











































