ADVERTISEMENT

Vaksin Disebut Turunkan Risiko Kematian COVID, Bamsoet: Tak Perlu Menunda

Yudistira Perdana Imandiar - detikNews
Jumat, 13 Agu 2021 20:23 WIB
Bambang Soesatyo
Foto: Dok. MPR
Jakarta -

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengingatkan agar masyarakat tetap disiplin protokol kesehatan meskipun kasus harian COVID-19 dalam tren menurun. Ia juga mengimbau masyarakat untuk segera divaksin.

"Angka kumulatif kesembuhan COVID-19 per 12 Agustus 2021 menembus 3,2 juta pasien sembuh atau sekitar 86,1 persen dari yang terpapar COVID. Namun kita tetap harus waspada karena positivity rate COVID-19 per 12 Agustus 2021 masih sangat tinggi, mencapai 18,1 persen. Lebih tinggi dari standar WHO sebesar 5 persen," papar Bamsoet dalam keterangannya Jumat (13/8/2021).

Hal itu disampaikannya usai membacakan puisi 'Hidup di Dekat Mati' karya Amir Machmud NS dalam acara 'Puisi dan Doa Corona' yang diselenggarakan PWI Jawa Tengah bersama Dewan Kesenian Semarang dan TVKU secara virtual dari Jakarta.

Ketua DPR RI ke-20 ini mengulas berdasarkan survei Charta Politika tingkat penerimaan masyarakat terhadap program vaksinasi COVID-19 baru mencapai 72,4 persen. Walaupun meningkat dari penerimaan di bulan Januari yang hanya sebesar 51 persen, namun jumlahnya masih belum menyentuh angka 90 persen lebih.

Hal tersebut, kata Bamsoet, menandakan edukasi tentang pentingnya vaksinasi COVID-19 masih harus digencarkan oleh berbagai pihak. Ia menekankan tanpa keterlibatan masyarakat dalam vaksinasi, pandemi COVID-19 akan terus berlarut.

"Data menunjukkan, dengan menerima vaksinasi, seseorang dapat terhindar dari risiko sakit berat dan menurunkan tingkat kematian akibat terpapar virus COVID-19. Satgas COVID-19 melaporkan, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah menunjukkan tingkat kematian akibat terpapar virus COVID-19 bagi orang yang telah divaksin sangat rendah. Dari 4,2 juta orang yang sudah divaksin dan ber-KTP DKI Jakarta, tercatat 0,013 persen yang meninggal sesudah terpapar COVID-19 atau kira-kira 13 per 100 ribu penduduk," papar Bamsoet.

Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) ini menambahkan pasien COVID-19 yang tidak divaksin memiliki tingkat kesembuhan 84,5 persen. Sementara itu, pasien COVID-19 yang sudah mendapatkan dosis pertama tingkat kesembuhannya naik hingga 90,2 persen, sedangkan orang yang sudah menerima dosis kedua tingkat kesembuhannya meningkat menjadi 95,9 persen.

"Masyarakat juga tidak perlu memilih mau divaksin dengan jenis merek tertentu. Karena seluruh merek vaksin yang digunakan di Indonesia sudah dipastikan keamanan, keefektifan, dan kehalalannya. Vaksin terbaik adalah vaksin yang sudah tersedia dan dapat kita akses. Divaksin dengan Sinovac, Sinopharm, Astrazeneca, ataupun merk lainnya, semuanya sama. Lebih cepat divaksin, lebih baik. Tidak perlu menunda-nunda," imbau Bamsoet.

(akn/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT