Angka Perceraian di Bener Meriah Aceh Tinggi, Ini Langkah Kemenag

Agus Setyadi - detikNews
Jumat, 13 Agu 2021 20:00 WIB
Parents are quarreling daughters feel stressed. She cried, hugging a teddy bear
Ilustrasi perceraian (Foto: dok. iStock)
Banda Aceh -

Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bener Meriah, Aceh, menggelar bimbingan perkawinan (bimwin) massal untuk menekan angka perceraian. Jumlah pasangan bercerai di sana disebut tergolong tinggi.

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Bener Meriah Hamdan mengatakan bimwin digelar dalam 13 angkatan dengan total peserta 800 orang. Calon pengantin di sana mengikuti pembekalan selama dua hari dengan materi antara lain tentang pernikahan, kesehatan reproduksi, psikologi, dan cara merawat pernikahan agar awet menuju keluarga sakinah mawadah warahmah.

"Kami akan terus melakukan berbagai upaya untuk meminimalisasi angka perceraian, yaitu dengan mempersiapkan calon pasangan memasuki jenjang pernikahan," kata Hamdan dalam keterangan kepada wartawan, Jumat (13/8/2021).

Berdasarkan data dari Mahkamah Syariyah, kata Hamdan, angka perceraian di daerah tersebut mencapai 181 orang hingga Juni 2021. Jumlah itu dinilai sangat tinggi.

Sedangkan jumlah pasangan yang menikah, jelasnya, sebanyak 685 pasangan. Hamdan menjelaskan, untuk menekan angka perceraian, diperlukan sinergisitas antarlembaga, pemerintah daerah, tokoh agama, dan juga tokoh masyarakat.

"Ikhtiar tersebut mendapat respons positif dari pemda setempat, dan sepakat untuk bersama-sama meminimalkan angka perceraian di sana. Kondisi hari ini, zaman digital ini perlu kearifan lokal dan berbagai upaya untuk meminimalkan angka perceraian. Alhamdulillah, pemda sangat mendukung," ujar Hamdan.

"Pada dasarnya semua prihatin dengan tingginya angka perceraian. Karena itu, kita berharap ada upaya yang konkret untuk mengatasi persoalan ini," jelas Hamdan.

Hamdan mengajak masyarakat melakukan pencatatan nikah di KUA demi kepastian hukum. Proses pencatatan nikah disebut sangat mudah.

"Pastikan nikah Anda tercatat di KUA, demi kepastian hukum, karena akan banyak dampak negatif kalau nikah siri, apalagi sekarang mencatat nikah di KUA sangat mudah dan murah. Kalau di kantor, gratis," ujar mantan Kabid Urais Binsyar Kanwil Kemenag Aceh itu.

Selain pasangan yang hendak menikah, bimbingan perkawinan itu juga menyasar para pelajar. Menurut Hamdan, pelajar bakal diberi edukasi sebagai bekal ilmu pengetahuan serta dijelaskan dampak dari pernikahan dini.

(agse/jbr)