TNI Terus Perketat Pengamanan Perbatasan Timor Leste
Kamis, 30 Mar 2006 12:08 WIB
Kupang - Pasukan Pengamanan Perbatasan RI yang bertugas di sepanjang perbatasan Timor Leste semakin memperketat pengamanan. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya eksodus warga Timor Leste ke wilayah Indonesia melalui perbatasan darat. Eksodus ini terjadi seiring dengan terus meruncingnya konflik antar faksi di Dili, ibukota negara itu akibat disersi 600 tentara dari dinas kemiliteran pekan kedua Maret lalu.Komandan Pasukan Pengamanan Perbatasan RI Letkol Artileri Ediwan Prabowo yang dihubungi detikcom, Kamis (30/3) mengatakan, situasi di sektor barat Timor Leste yang berdekatan dengan Timor barat, NTT dan kota Dili semakin meruncing. "Pemerintah setempat memberlakukan jam malam dan suasana malam hari sangat mencekam. Berdasarkan laporan dari pos-pos pasukan TNI di garis terdepan perbatasan bahwa belum ada gejala eksodus warga dalam jumlah besar. Tetapi semua anggota tetap bersiaga untuk mengantisipasi terjadinya eksodus melalui jalan-jalan tikus," katanya.Sementara Danrem 161 Wirasakti Kupang, Kolonel Inf APJ Noch Bola, yang dikonfirmasi terpisah mengatakan, lebih dari 35 WNI yang berprofesi sebagai wiraswasta di Timor Leste telah kembali ke Indonesia melalui pos perbatasan Motaain, Kabupaten Belu, sepanjang Selasa dan Rabu. Para WNI ini, memutuskan untuk menyelamatkan diri ke Indonesia karena situasi keamanan di bekas provinsi ke-27 RI tersebut semakin tidak terkendali. "Menurut pengakuan 35 WNI yang sudah kembali bahwa gelombang eksodus dalam jumlah besar sementara bersiap-siap untuk meninggalkan kota Dili apabila pemerintah tidak mampu menjamin keamanan warganya," kata Bola.Menurutnya, TNI tidak akan membiarkan Timor barat dijadikan sebagai basis perlawanan bagi faksi-faksi yang bertikai. "Kalau ada warga Timor Leste yang menerobos ke Indonesia, akan ditangkap dan dideportasi kembali ke negaranya," katanya. Total kekuatan TNI di sepanjang perbatasan sebanyak 3 batalyon Kostrad dibantu kekuatan Kodim dan kepolisian. "Saya sudah laporkan situasi perbatasan ke Kodam IX Udayana. Kodam akan meminta tambahan pasukan apabila dibutuhkan," lanjutnya. Seluruh personel TNI di perbatasan Timor Leste, dalam status Siaga I. Mereka melakukan patroli secara rutin disepanjang perbatasan.Konflik antar faksi di Timor Leste terjadi sebagai akibat dari kebijakan Panglima Tentara AD Jenderal Taur Matan Ruak yang memecat 600 prajurit dari dinas kemiliteran, 13 Maret lalu karena tidak disiplin dan melawan perintah atasan. Mereka yang dipecat kebanyakan berasal dari sektor barat negara itu. Pemecatan ini mengundang reaksi balik dengan cara melakukan keonaran, pelemparan dan perusakan rumah para pejabat negara.
(atq/)











































