Kedatangan Blair dan Hari Raya Nyepi
Kamis, 30 Mar 2006 06:58 WIB
Jakarta - Kunjungan Perdana Menteri Inggris Tony Blair memang tak seheboh kedatangan Menteri Luar Negeri Amerika Condolizze Rice sebelumnya. Sepertinya semangat Hari Raya Nyepi mengiringi kunjungan Blair untuk ikut berefleksi.Beruntut agenda untuk Blair di tanah air ini. Menarik, ketika keseluruhan agenda itu mengajak bangsa dan negara lain ikut menyepi sejenak, refleksi dan proyeksi.Agenda resmi Blair dimulai pada Kamis pagi (30/3/206)di Istana Kepresidenan. Blair akan melakukan pembicaraan dengan Presiden SBY. Setelah itu, Blair berdialog dengan para 6 tokoh Islam moderat, antara lain Hasyim Muzadi, Din Syamsuddin dan Aa Gym. Blair yang datang bersama istrinya juga akan bertandang ke Ponpes Darunnajjah di Ulujami, Petukangan, Jakarta Selatan. Kunjungan Blair memiliki nama lengkap Anthony Charles Lynton Blair ini adalah kunjungan pertama oleh PM Inggris ke Asia Tenggara dalam lebih dari 21 tahun ini. PM Inggris terakhir yang ke Jakarta adalah PM Margareth Thatcher pada 1985. Sebuah refleksi akan ditawarkan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin kepada Blair, pria kelahiran 6 Mei 1953. Dia berpendapat, Inggris telah melakukan kekeliruan sejarah karena telah mengikuti Amerika Serikat menduduki Irak dan Afghanistan."Kesempatan bertemu Blair akan dimanfaatkan untuk menyampaikan sikap dan pandangan umat Islam Indonesia bahwa apa yang dilakukan Inggris adalah kekeliruan sejarah," ujar Din dalam pesan singkatnya kepada wartawan, Rabu (29/3/2006).Kekeliruan ini, menurut Din, potensial mencorong benturan antarperadaban, khususnya Islam dan Barat. Perang melawan terorisme dengan menduduki Irak dan Afghanistan dikategorikannya sebagai state terrorism. "Tidak akan menghentikan terorisme tapi justru mendiring lahirnya radikalisme, ekstremisme dan bahkan terorisme baru," tambah Din.Wacana yang diberikan nantinya, mengajak kita menyepi sejenak dan berpikir, apa yang sudah saya berikan untuk negara?Dalam kesenyapan, hari raya Nyepi ini kita melakukan mawas diri, menyatukan pikiran, serta menyatukan cipta, rasa, dan karsa, menuju penemuan hakikat keberadaan diri kita dan inti sari kehidupan semesta. Keesokan harinya, kita temui dalam suasana batin yang telah bersih dan dipenuhi kebijaksanaan.Selamat Hari Raya Nyepi..
(wiq/)











































