Polisi Temukan Titik Terang Pembunuh Matadih
Kamis, 30 Mar 2006 06:38 WIB
Jakarta - Polisi telah mendapat titik terang mengusut dalang dalam perampokan sekaligus pembunuhan Matadih (23), karyawan PT. Supra Pasifik Sarana. Adegan tragis ini terjadi usai Matadih bertransaksi di Kantor Cabang Utama BCA Sunter, Jakarta Utara Rabu siang (29/3/2006). "Kita telah mendapat petunjuk penting tentang para pelaku," ujar Kasat Reskrim Polres Jakarta Utara Kompol Andri Wibowo ketika dihubungi detikcom, Kamis (30/3/2006).Menurut Andri, sampai saat ini pihaknya telah memeriksa lima saksi. Mereka yakni 3 saksi di tempat kejadian perkara (TKP) dan 2 saksi dari BCA Sunter."Dari mereka kita mendapat petunjuk yang mengarah ke pelaku" kata Andri.Andri dengan suara sangat geram, terdengar marah membahas kejadian ini. Menurutnya, sangat sadis pelaku merampok orang kecil seperti Matadih, sampai langsung menembak korban hingga tewas seketika di TKP."Kita akan kejar mereka sampai kemanapun!" tandas Andri.Insiden itu bermula ketika Matadih, pria 23 tahun itu ditugaskan kantornya mengambil uang di BCA Kantor Cabang Utama Sunter pukul 10.57 WIB. Dengan mengendarai motor Yamaha B 2361 HP, Matadih pun menjalankan tugasnya.Setelah mengantongi duit Rp 75 juta, Matadih pun kembali ke kantornya. Tapi malang benar, tiba di Jalan Sunter Karya Timur pada pukul 11.20 WIB, empat orang dengan menumpang 2 sepeda motor memepetnya.Matadih tak kuasa melawan ketika tiba-tiba saja timah panas bersarang di badannya. Dor! Matadih pun terjerembab. Begitu sasarannya ambruk, kawanan bandit itu segera menggondol bawaan Matadih yang berisi segunung duit.Matadih tercatat sebagai warga Jalan Kapuk RT 15 RW 3 Kelurahan Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat. Saat ini jenazah Matadih berada di Ruang Jenazah RSCM.
(wiq/)











































