Din: Inggris Ciderai Sejarah

Din: Inggris Ciderai Sejarah

- detikNews
Kamis, 30 Mar 2006 05:13 WIB
Jakarta - Kedatangan Perdana Menteri (PM) Tony Blair bertebaran pro dan kontra. Bahkan kedatangannya dianggap telah menciderai sejarah.Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin akan menyampaikan asumsi tadi kepada Tony Blair. Ia berpendapat, Inggris telah melakukan kekeliruan sejarah karena telah mengikuti Amerika Serikat menduduki Irak dan Afghanistan."Kesempatan bertemu Blair akan dimanfaatkan untuk menyampaikan sikap dan pandangan umat Islam Indonesia bahwa apa yang dilakukan Inggris adalah kekeliruan sejarah," ujar Din dalam pesan singkatnya kepada wartawan, Rabu (29/3/2006).Kekeliruan ini, menurut Din, potensial mencorong benturan antarperadaban, khususnya Islam dan Barat. Perang melawan terorisme dengan menduduki Irak dan Afghanistan dikategorikannya sebagai state terrorism. "Tidak akan menghentikan terorisme tapi justru mendiring lahirnya radikalisme, ekstremisme dan bahkan terorisme baru," tambah Din.Karenanya, Din akan meyakinkan Blair agar mengubah pendekatan uniteralnya dan menempuh kebijakan luar negeri positif dan konstruktif atas negara-negara Islam. Masyarakat barat perlu menerapkan demokrasi secara sejati, dengan mengembangkan sikap saling memahami dan menghormati."Jangan sampai terjadi sikap menghina seperti kasus Nabi Muhammad," tandasnya.Dia bersama Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatulah Jakarta Azyumardi Azra, pengasuh Pondok Pesantren Daarut Tauhid Abdullah Gymnastiar, Ketua Umum PBNU Hasyim Muzadi dan mantan Menteri Agama Quraish Shihab akan berdialog dnegan Blair di Istana Merdeka pada Kamis pagi, (30/3/2006). (wiq/)


Berita Terkait