Penembakan Wisudawan Uncen, TNI dan Polri Periksa Internal

Penembakan Wisudawan Uncen, TNI dan Polri Periksa Internal

- detikNews
Kamis, 30 Mar 2006 00:19 WIB
Jakarta - Jajaran TNI dan Polri mengadakan pemeriksaan internal untuk mengklarifikasi dugaan pelaku penembakan seorang wisudawan Universitas Cendrawasih (Uncen). Pelaku diduga adalah oknum aparat keamanan."Jangan sampai peristiwa ini jadi tuduhan pada aparat yang ada. Segera jernihkan," kata Menko Polhukam Widodo AS di kantor Presiden, Jakarta, Rabu (29/3/2006).Pernyataan tersebut disampaikannya usai diterima oleh Presiden SBY Rabu malam. Turut hadir dalam pertemuan mendadak ini Mendagri M. Ma'ruf dan Kapolri Jenderal Pol Sutanto.Widodo menjelaskan, upaya pemeriksaan internal juga demi mengantisipasi adanya kelompok-kelompok lain yang menunggangi isu tersebut untuk kepentingan tertentu. Ia minta masyarakat tidak terpancing dan mempercayakan penyidikan pada pihak berwajib.Rabu pagi, telah ada pertemuan antara Dansat Brimob Polda Papua dengan pihak rektorat Uncen dan perwakilan keluarga korban. Tercapai kesepakatan dilakukan penyelidikan bersama untuk mengungkap kasus tersebut dimulai dari lingkungan kampus yang merupakan tempat terjadinya penembakan.Sebelumnya, beredar dugaan bahwa pelaku penembakan adalah oknum Brimob Papua. Tindak penembakan itu sendiri disebut sebagai tindakan balas dendam atas tewasnya 5 orang anggota aparat keamanan pada bentokan Abepura dua pekan lalu. Sutanto mengingatkan semua pihak untuk tidak terburu-buru menuduh oknum Brimob Polda Papua sebagai pelaku penembakan. Apalagi bila mengkaitkan kasus yang terjadi Selasa malam lalu dengan bentrok Abepura. "Pelakunya masih dalam pengejaran. Jangan cepat simpulkan kejadian ini disebabkan Brimob. Pemerintah berkomitmen untuk segera mengungkap," tambah Sutanto.Bukan MahasiswaLebih lanjut, Widodo AS membantah penemuan 16 jenazah mahasiswa di dalam lingkungan Kampus Uncen korban bentrok Abepura. Ia menyebut informasi sesat itu sengaja disebarkan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab.Demikian juga dengan berita adanya tiga orang mahasiswa yang meminta suaka politik ke Papua New Guinea (PNG). Memang benar, menurut Widodo, ada tiga WNI masuk wilayah PNG, tapi mereka adalah nelayan asal Papua yang terdampar. "Sekarang dalam proses pemulangan," tandas Widodo. (wiq/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads