10 Gajah Stres Dirawat Tim Medis

10 Gajah Stres Dirawat Tim Medis

- detikNews
Rabu, 29 Mar 2006 19:27 WIB
Pekanbaru - Sepuluh ekor gajah liar hasil tangkapan Dinas Kehutanan (dishut) Provinsi Riau sempat mengalami luka pada bagian kakinya karena diikat dengan rantai. Kini tim medis didatangkan ke dalam hutan untuk memberikan perawatan khusus pada gajah tersebut. Hal ini diungkapkan seorang aktivis WWF Riau, Nurchalis Fadli ketika dihubungi detikcom, Rabu (29/03/2006) di lokasi penangkapan gajah di Desa Balai Raja, Kabupaten Bengkalis, Riau. Fadli menjelaskan, kini ada dua orang dokter hewan yang tengah melakukan perawatan terhadap sepuluh ekor gajah liar. Tim medis ini dari dokter hewan di Pusat Pelatihan Gajah (PLG) Riau dan dokter hewan yang didatangkan dari Pekanbaru. "Mereka ini melakukan perawatan pada bagian kaki gajah yang luka karena diikat dengan rantai. Perawatan ini baru berjalan selama tiga hari. Gajah-gajah ini memang harus mendapat perawatan khusus sampai luka pada bagian kaki mereka sembuh," kata Fadli. Diperkirakan perawatan luka bagian kaki gajah ini, minimal membutuhkan waktu tiga pekan ke depan. Karena itu tim WWF Riau dan Dishut Riau bersama-sama memantau proses jalannya perawatan pada 10 ekor gajah sampai sembuh. "Kita akan terus memantau perawatan luka pada bagian kaki gajah ini sampai sembuh. Selain mendapat perawatan, gajah ini juga perlu kita perhatikan kebutuhan makannya sampai ada solusi terbaik merelokasi mereka dari kawasan konflik," tambah Fadli. Fadli menjelaskan, sepuluh ekor gajah yang ditangkap ini akan direlokasi ke kawasan hutan lindung Libo. Selama ini sepuluh ekor gajah berada di lokasi Hutan Marga Satwa Balai Raja yang sering keluar masuk perkampungan Desa Balai Raja. Lebih sebulan, di desa itu sempat terjadi konflik gajah dengan manusia. Untuk menghindari konflik inilah, pihak pemerintah daerah melakukan program penangkapan gajah. Sebenarnya gajah ini tidak bisa disalahkan melakukan penyerangan terhadap warga desa. Sebab, habitat mereka di hutan marga satwa Balai Raja kondisinya sudah gundul akibat alih fungsi lahan. "Yang kita salahkan ya pemerintah. Mengapa hutan marga satwa itu bisa beralih fungsi. Gajah tidak salah, mereka mengamuk karena memang habitat mereka hancur," imbuh Fadli. (wiq/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads