Fetisisme sendiri bukanlah istilah asing dalam hubungan seksual. Bahkan adanya fetisisme atau fetish sendiri biasanya dapat diterima dan bisa dibilang wajar di level tertentu.
Namun, terdapat hal-hal yang perlu digarisbawahi mengenai fetish. Mulai apa yang perlu diketahui tentang fetish, di level apa hal ini bisa diterima, dan seperti apa saja batasannya.
Oleh karena itu, e-Life kali ini mengangkat tema 'Geger Fetish Mata Diperban', bersama dosen psikologi Universitas Indonesia, Dian Wisnuwardhani, MPsi. Hadir juga Alvin Theodorus L. selaku Co-Founder Tabu.id, sebuah komunitas edukasi kesehatan seksual dan reproduksi. Turut diundang juga pemilik akun @jxpxtcr, yang hampir saja menjadi korban fetish mata diperban.
Jangan lewatkan tayangannya (13/8/21) pukul 19.00 WIB hanya di detikcom. (gah/gah)











































