Insiden Diplomat Nigeria-Imigrasi Indonesia, Ini Info Terbarunya

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 13 Agu 2021 12:49 WIB
Kasus Diplomat Nigeria-Imigrasi Indonesia, Ini Info Terbarunya
Kasus Diplomat Nigeria-Imigrasi Indonesia, Ini Info Terbarunya (Foto: dok. istimewa)
Jakarta -

Kasus diplomat Nigeria yang berteriak 'I can't breathe' dengan petugas Imigrasi RI menjadi sorotan. Bahkan insiden tersebut berimbas dengan ditariknya sementara Duta Besar Nigeria untuk Indonesia.

Selain menarik sementara Dubes untuk Indonesia, pemerintah Nigeria juga mengaku akan meninjau ulang hubungan diplomatik dengan RI. Ini info terbarunya berikut ini:

Kasus Diplomat Nigeria Bikin Dubesnya Ditarik dari Indonesia

Seperti dilansir The Guardian Nigeria, Jumat (13/8/2021) Menteri Luar Negeri Nigeria Geoffrey Onyema menyampaikan penarikan duta besar Nigeria dari Indonesia dalam konferensi pers di Abuja, Rabu (11/8) waktu setempat. Dia membenarkan video diplomat Nigeria yang viral di media sosial pada akhir pekan lalu.

Saat itu, diplomatnya berteriak 'I can't breathe' saat pihak Imigrasi Indonesia melakukan pemeriksaan dokumen.

"Ketika kami melihat video itu di media sosial, kami segera menghubungi Duta Besar kami untuk Indonesia, yang memberi kami penjelasan lebih lanjut tentang apa yang terjadi. Dia juga membenarkan bahwa video itu memang video seorang diplomat Nigeria di kantor. Rupanya, ini terjadi selama pencarian acak oleh imigrasi Indonesia terhadap migran ilegal di negara mereka," tutur Onyema.

"Hal pertama yang kami lakukan adalah meminta duta besar untuk menyerahkan kepada kami laporan lengkap dan komprehensif tentang apa yang terjadi. Tentu saja, keputusan Kementerian Luar Negeri adalah mengajukan aduan resmi dan kuat kepada Kementerian Luar Negeri di Jakarta. Di bawah hukum internasional, diplomat tidak bisa salah. Ini jelas melanggar Konvensi Wina," tegasnya.

Pemerintah Federal Nigeria juga telah memanggil Duta Besar Indonesia untuk Nigeria untuk menyampaikan ketidaksenangan pemerintah Nigeria atas serangan yang dilakukan kepada diplomatnya tersebut.

"Pada hari Senin, kami memanggil ke Kementerian Luar Negeri, Duta Besar Indonesia untuk Nigeria. Sekali lagi, kami juga memprotes dengan keras mengenai apa yang telah terjadi. Ini benar-benar tidak dapat diterima dalam keadaan apa pun," katanya.

"Ada komunitas besar orang Nigeria di Indonesia. Kami memiliki mekanisme kerja sama bilateral dengan negara Asia itu dan aspek konsuler dari hubungan kami juga sangat penting karena ada begitu banyak orang Nigeria di Indonesia," ujar Onyema.

"Kami telah menerima keluhan tentang beberapa orang Nigeria dan itu adalah sesuatu yang telah kami bicarakan dengan baik dengan pemerintah Indonesia," imbuhnya.

Disebutkan penarikan Duta Besar untuk Indonesia bersifat sementara sembari melakukan penyelidikan penuh atas insiden tersebut dan langkah-langkah konkret untuk melindungi komunitas Nigeria di Indonesia.

Kasus Diplomat Nigeria: Pejabat Imigrasi Dituntut Dapat Sanksi

Dalam siaran pers melalui akun Facebook Kemlu Nigeria, Selasa (10/8), juru bicara Kemlu Nigeria, Esther Sunsuwa, menyampaikan pihaknya akan meninjau ulang hubungan bilateral dengan Indonesia. Pemerintah Nigeria juga menuntut agar pejabat imigrasi terkait diberikan sanksi.

"Pemerintah Nigeria menuntut sanksi yang sesuai terhadap pejabat terkait dan telah memanggil duta besarnya di Indonesia untuk berkonsultasi, termasuk peninjauan hubungan bilateral," kata Sunsuwa seperti dikutip detikcom pada Rabu (11/8/2021).

Pemerintah Nigeria mengambil sikap usai mendapatkan laporan komprehensif dari Duta Besar Nigeria di Indonesia. Pihaknya menganggap hal itu merupakan tindakan kejahatan internasional yang bertentangan dengan hukum internasional.

"Setelah mempelajari laporan Duta Besar Nigeria, pemerintah Nigeria mengutuk keras apa yang sebenarnya merupakan tindakan kejahatan internasional yang mengerikan oleh aktor negara Indonesia terhadap perwakilan terakreditasi dari Republik Federal Nigeria, sama sekali tidak ada pembenaran dan bertentangan dengan hukum internasional," lanjutnya.

Respon Kemlu Soal Sikap Pemerintah Nigeria

Kemlu RI angkat bicara mengenai pernyataan pemerintah Nigeria itu. Juru bicara Kemlu Teuku Faizasyah mengungkapkan pemerintah Indonesia dan pemerintah Nigeria telah melakukan serangkaian komunikasi untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

"Sebagai dua negara bersahabat, pemerintah Indonesia dan pemerintah Nigeria telah melakukan serangkaian komunikasi intensif untuk menyelesaikan persoalan yang berkaitan dengan insiden seorang diplomat Nigeria dengan petugas pengawasan keimigrasian Indonesia," tutur Faizasyah.

Kata Imigrasi RI Soal Masalah Diplomat Nigeria

Menanggapi sikap Pemerintah Nigeria, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM RI DKI Jakarta Ibnu Chuldun angkat suara. Pihaknya menegaskan persoalan itu telah selesai dan Duta Besar Nigeria telah mendatangi kantor Imigrasi Jakarta.

"Duta Besar Nigeria Ari Usman Ogah juga mendatangi Kantor Imigrasi Jakarta Selatan pada petang harinya dengan disertai petugas Kepolisian Direktorat Pam Obvit Polda Metro Jaya," ujar Ibnu dalam konferensi pers, Kamis (12/8/2021).

Saat itu, kedua belah pihak telah mengakui adanya kesalahpahaman. Keduanya juga sepakat menyelesaikan masalah secara baik-baik.

"Kedua pihak mengakui telah terjadi kesalahpahaman dan sepakat untuk menyelesaikan permasalahan ini dengan baik. Pertemuan dengan Duta Besar Nigeria berlangsung dengan suasana yang baik," kata Ibnu.

Awalnya, pihak imigrasi tidak mengetahui orang tersebut adalah diplomat Nigeria karena sempat tak mau menunjukkan identitas. Status diplomat baru diketahui setelah identitas ditunjukkan.

"Sekali lagi perlu saya tekankan, bahwa status diplomatik ini baru diketahui petugas Imigrasi pada saat yang bersangkutan menunjukkan kerja samanya dengan menunjukkan kartu identitas di kantor Imigrasi dan kemudian diverifikasi oleh Kementerian Luar Negeri," kata Ibnu.

Ibnu juga menjelaskan sata perjalanan ke kantor Imigrasi, diplomat Nigeria tersebut justru menunjukkan sikap agresif. Ia disebut melakukan perlawanan kepada petugas dengan menggigit, berteriak hingga menyikut.

Tidak sampai di situ, diplomat Nigeria juga berusaha memecahkan kaca mobil, dengan rokok elektrik yang direbut dari petugas. Untuk menenangkan, petugas saat itu menahan tangan dan kepala diplomat Nigeria.

"Dalam upaya menenangkan yang bersangkutan, petugas memegang Ibrahim dan berupaya mencegah kondisi yang memburuk dengan menahan tangan dan kepala yang bersangkutan," kata Ibnu.

Simak juga video 'Kronologi Ribut-ribut Antara Diplomat Nigeria dan Petugas Imigrasi':

[Gambas:Video 20detik]



(izt/imk)