Ini Kata Menkominfo soal Indikator Angka Kematian Penilaian PPKM

Erika Dyah - detikNews
Kamis, 12 Agu 2021 23:31 WIB
Menkominfo Johnny G. Plate
Foto: dok. Kemenkominfo
Jakarta -

Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G.Plate mengungkap Pemerintah terus melakukan harmonisasi dan validasi data dari lapangan. Upaya ini dilakukan berkaitan dengan indikator untuk penilaian level PPKM.

Sebagaimana diketahui, terdapat tiga indikator dasar yang digunakan dalam penetapan level PPKM suatu daerah. Ketiga indikator tersebut, antara lain laju penularan, positivity rate, serta angka kematian.

Akan tetapi, pada Rabu (11/8) Juru Bicara Menko Marves diketahui mengungkap bahwa pemerintah tengah memperbaiki data angka kematian. Sebab, terdapat sejumlah catatan yang belum sesuai dengan kondisi di lapangan.

Selama perbaikan data dilakukan, untuk sementara waktu pemerintah menggunakan indikator lain untuk penilaian dan meniadakan indikator angka kematian. Adapun indikator lain yang saat ini digunakan adalah tingkat pemanfaatan tempat tidur, kasus konfirmasi, perawatan di rumah sakit, tracing, testing, dan kondisi sosio ekonomi masyarakat.

"Pemerintah tidak menghapus atau meniadakan angka kematian dari penilaian level PPKM. Sekarang, tengah dilakukan perbaikan untuk memastikan ketepatan data. Jika sudah rapi, indikator kematian akan kembali dimasukkan," ujar Johnny dalam keterangan tertulis, Kamis (12/8/2021).

Johnny mengatakan Pemerintah mendapati temuan input data berupa akumulasi angka kematian beberapa minggu sebelumnya, sehingga data yang ada tidak bersifat aktual. Menurutnya, hal ini menimbulkan distorsi dalam proses analisis suatu daerah.

Oleh karena itu, pemerintah memutuskan untuk memperbaiki data angka kematian dengan cara memilah data kematian real time hari itu dengan akumulasi data kematian hari-hari sebelumnya.

Johnny pun mencontohkan, dari jumlah kematian yang diinput, tidak semuanya angka kematian aktual pada tanggal tersebut. ia menambahkan, di antara data tersebut barangkali terdapat data yang telah tercatat 3 minggu sebelumnya, namun kembali dilaporkan setelah pasien terkonfirmasi meninggal.

Ia mengungkap pemerintah tengah berusaha bertindak cepat dalam membenahi data kematian untuk mendapatkan angka yang valid. Sehingga hasil penilaian nantinya akan makin akurat. Selain itu, Johnny menegaskan upaya ini telah menjadi komitmen pemerintah untuk melakukan pengawasan dan perbaikan jika ditemukan adanya kekurangan.

Untuk itu, lanjutnya pemerintah pusat bekerja sama dengan pemerintah daerah dan elemen-elemen terkait untuk dapat memperbaiki teknis pendataan dan meningkatkan kualitas data. Ia berharap upaya ini bisa membantu mengetahui dengan lebih pasti kondisi pandemi di Indonesia

(mul/mpr)