Jangan Sampai Ketua DPR Disebut Tukang Ngelencer

Jangan Sampai Ketua DPR Disebut Tukang Ngelencer

- detikNews
Rabu, 29 Mar 2006 17:00 WIB
Jakarta - Ketua DPR Agung Laksono perlu mempertimbangkan masak-masak rencana kunjungan muhibah ke Korea Selatan (Korsel) pada 3-7 April. Agung seharusnya lebih berkonsentrasi mengurusi masalah krusial di dalam negeri. "Saya tidak ingin Ketua DPR saya disebut tukang ngelencer, karenanya harus jelas tujuannya kalau mau berangkat," kata anggota Komisi I dari FPAN Djoko Susilo.Djoko menyampaikan hal itu saat diminta tanggapan detikcom tentang kunjungan muhibah Ketua DPR bersama 6 anggotanya ke Korsel, Rabu (29/3/2006). Politisi PAN itu mengingatkan akhir-akhir ini banyak isu yang perlu direspons Ketua DPR seperti masalah Papua dan Australia, RUU Aceh dan isu-isu lainnya.Djoko khawatir jika terlalu sering ngelencer ke luar negeri, masalah yang harus direspons ketua DPR tidak tertangani sehingga menimbulkan kecaman dari masyarakat terhadap kinerja DPR. Djoko tidak mempersoalkan Agung jika kepergian ke luar negeri dalam rangka menghadiri konferensi internasional antarparlemen, seperti konferensi antara parlemen di Asia (APPF) dan pertemuan parlemen dunia (IPU)."Pak Agung terlalu sering ke luar negeri. Pada tahun ini saja ke Kamboja, ke Iran, saran saya ketua DPR lebih fokus yang bersifat pertemuan parlemen," kata Djoko.Namun demikian Djoko tidak mempersoalkan jika kunjungan muhibah ke Korsel memiliki alasan yang jelas dan dengan tujuan yang terukur. "Jika itu tetap dilakukan juga harus dipertimbangkan kunjungan ke Korea Utara agar lebih imbang," saran Djoko.Sementara itu Wakil Ketua DPR RI Zaenal Ma'arif menilai kunjungan Agung merupakan hal yang wajar karena itu kunjungan muhibah. "Kunjungan muhibah kan diundang kita, wajarlah, tidak ada masalah," kata Zaenal.Menurut Zaenal, kunjungan itu manfaatnya sangat besar untuk menjalin hubungan. Maka tetap perlu dilakukan untuk merekatkan hubungan kedua negara. (iy/)


Berita Terkait