Tentara Ngamuk, Perbatasan RI-Timor Leste Siaga I
Rabu, 29 Mar 2006 16:41 WIB
Kupang - Status di perbatasan RI-Timor Leste ditingkatkan menjadi siaga satu. Status ini ditetapkan menyusul eksodus 30 warga negara Indonesia (WNI) dari Dili, ibukota Timor Leste.Eksodus 30 orang yang sebagian besar pengusaha ini disebabkan situasi di kota Dili tidak aman setelah 600 tentara bersenjata marah di dalam kota. Informasi yang berkembang, ratusan tentara bersenjata lengkap ini marah dan mengamuk gara-gara dipecat dari dinas kemiliteran.Suasana yang tidak nyaman membuat 30 WNI eksodus ke Timor Barat melalui pos perbatasan Mata Ain. Mereka memilih pulang ke Indonesia. "WNI yang ke Indonesia kita jaga. Sementara jika ada warga Timor Leste yang ikut eksodus tentu akan diproses deportasi," kata Danrem 161 Wirakti Kupang Kolonel Infanteri APJ Noch Bola saat dihubungi detikcom melalui sambungan telepon, Rabu (29/3/2006).Aparat keamanan saat ini menjaga ketat perbatasan untuk mengantisipasi adanya pelintas ilegal, khususnya dari warga Timor Leste yang akan masuk ke Timor Barat.Saat ini, lanjut Noch Bola, telah diterjunkan 3 batalyon TNI dari pasukan pengamanan perbatasan Timor Leste dibantu oleh prajurit Kodim dan Polri. "Pengamanan di perbatasan diperketat dan kalau ada indikasi eksodus dalam jumlah besar, mereka akan dihalau dan dideportasi," katanya.
(jon/)











































