23 Lingkungan di Medan Diisolasi, Bobby: Bukan Mau Menutup Ekonomi

Datuk Haris Molana - detikNews
Kamis, 12 Agu 2021 14:03 WIB
Isolasi lingkungan di Medan (Ahmad Arfah-detikcom)
Isolasi lingkungan di salah satu lingkungan di Medan (Ahmad Arfah/detikcom)
Medan -

Wali Kota Medan Bobby Nasution telah mengisolasi 23 lingkungan di sembilan kecamatan di Kota Medan. Langkah itu dilakukan untuk meredam lajunya penyebaran COVID-19.

"Peningkatan kasus sebenarnya sama saja, ini bisa dilihat posisi positivity rate. Positivty rate yang ada di Kota Medan masih berkisar di 33 persen, ini semakin meluas, semakin banyak," kata Bobby Nasution di RSUD Pirngadi, Medan, Kamis (12/8/2021).

Bobby mengatakan perluasan itu terjadi lantaran pihaknya terus melakukan testing yang hendak mencapai target. Bobby berharap masyarakat terus menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

"Selalu saya sampaikan karena testing yang kita lakukan per hari, kita terus ingin mendekati target, target kita 4.900 per hari, ini kita coba terus, terus kita tingkatkan," katanya.

Wali Kota Medan Bobby Nasution (Datuk Haris/detikcom)Wali Kota Medan Bobby Nasution (Datuk Haris/detikcom)

"Kalau positivity rate kita masih 33 persen, berarti semakin banyak yang dites, makin besar juga angka pengali dari 33 persen itu sendiri. Kita harapkan ini masyarakat, ayolah prokes ini tetap dijaga. Itu saja salah satu kuncinya untuk memutus mata rantai," ujar Bobby.

5 Kecamatan Penyumbang COVID Tertinggi Disekat

Selain itu, Bobby menyebutkan pihaknya telah melakukan penyekatan jalan terhadap lima kecamatan penyumbang COVID-19 tertinggi. Kelima kecamatan itu Medan Johor, Medan Selayang, Medan Helvetia, Medan Sunggal, dan Medan Tuntungan.

"Saya sampaikan kemarin lima kecamatan itu yang selalu tinggi. Saya sampaikan, ayolah kita masyarakat Kota Medan sama-sama (memutus penyebaran COVID)," ucapnya.

Bobby mengaku penyekatan itu dilakukan pada titik-titik yang banyak melakukan pelanggaran. Bobby menegaskan kebijakan tersebut bukan untuk membatasi perekonomian.

"Penyekatan itu kebanyakan yang kita lakukan di titik-titik yang banyak melakukan pelanggaran. Terkhusus yang buka usaha makan-minum. Kita bukan mau membatasi apa-apa, kita bukan mau menutup dan segala macam. Kalau terus melanggar prokes, saya katakan yang kita hukum bukan orangnya lagi, tapi virusnya," katanya.

"Bagaimana caranya virusnya biar nggak pindah orang ke orang lain, kita batasi mobilitasnya di itu. Jadi kalau mau cepat kita buka lagi ini, ayolah yang buka usaha, dia sebagai pelaku usaha juga sebagai pengingat prokes," tambah Bobby.

Sebelumnya, Kepala BPBD Kota Medan Arjuna Sembiring mengatakan jumlah lingkungan di Kota Medan yang menjalani isolasi lingkungan sebanyak 23 lingkungan.

Lingkungan yang diisolasi itu tersebar di beberapa kecamatan di antaranya Medan Helvetia, Medan Tuntungan, Medan Tembung, Medan Polonia, Medan Johor, Medan Area, dan Medan Timur.

"Dari data ada 23 lingkungan yang diisolasi dan saat ini sudah ditangani dengan serius oleh kecamatan dan kelurahan masing-masing dibantu aparat setempat," sebut Arjuna dalam keterangan tertulisnya, Selasa (10/8).

(jbr/jbr)