Ini Pesan Polisi agar Kasus 'Vaksin Kosong' Tak Terulang

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Rabu, 11 Agu 2021 16:42 WIB
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus (Farih/detikcom)
Jakarta -

Polisi memberikan pesan agar kasus 'vaksin kosong' yang terjadi di Pluit, Jakarta Utara, tak terulang. Menurut polisi, vaksinator harus dibekali pelatihan-pelatihan, khususnya terkait program Vaksinasi Merdeka.

"Bahwa kemarin kelalaian itu bukan Vaksinasi Merdeka ya. Tetapi di satu sisi teman-teman relawan, baik itu vaksinator, rekan-rekan dari mahasiswa yang memang punya spesifikasi memvaksin, sebelum kita laksanakan Vaksinasi Merdeka, sudah kita lakukan pelatihan-pelatihan," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Rabu (11/8/2021).

Yusri mengatakan vaksinator seharusnya juga selalu diberi arahan dalam pelaksanaannya. Hal itu guna meminimalkan terjadinya kesalahan.

"Kemudian ada SOP yang mereka laksanakan. Kita juga sudah memberikan arahan tersebut. Mudah-mudahan kita meminimalkan terjadinya suatu kesalahan semua," kata Yusri.

Selanjutnya, Yusri menyebut kekompakan merupakan unsur yang penting dalam pelaksanaan vaksinasi. Saling mengingatkan adalah salah satu upaya menghindari kejadian yang tidak diinginkan.

"Harus ada kekompakan karena penting satu gerai itu minimal dua tim, saling mengingatkan semuanya. Mudah-mudahan jangan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," katanya.

Sebelumnya, polisi telah menetapkan pelaku berinisial EO sebagai tersangka UU Wabah dan Penyakit Menular. EO merupakan relawan vaksinator dalam percepatan vaksinasi COVID-19, yang ditempatkan di Sekolah IPEKA, Pluit, Jakarta Utara.

"Yang namanya ini negara hukum, apa pun kesalahan diatur dalam UU Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah dan Penyakit Menular. Setelah didalami, kami persangkakan di Pasal UU No 14 Tahun 1984 tentang wabah menular," ujar Yusri kepada wartawan di Polres Metro Jakarta Utara, Jl Yos Sudarso, Jakarta Utara, Selasa (10/8).

Kasus ini sebelumnya viral di media sosial. Dalam video viral terlihat seorang nakes ber-APD menyuntikkan vaksin kepada seorang pria. Namun belakangan diketahui jarum suntik yang disuntikkan kepada BLP itu tidak berisi vaksin alias kosong.

Korban telah komplain pada hari yang sama dia divaksinasi pada Jumat (6/8). Perawat tersebut meminta maaf dan kemudian korban divaksinasi ulang.

Simak video 'Wagub DKI soal Perawat Suntik 'Vaksin Kosong': Semua Harus Disiplin!':

[Gambas:Video 20detik]



(mae/mae)