Bayi Berkepala Dua Lahir di RS Dr Moewardi Solo

Bayi Berkepala Dua Lahir di RS Dr Moewardi Solo

- detikNews
Rabu, 29 Mar 2006 14:55 WIB
Solo - Bayi berkepala dua dilahirkan melalui operasi cesar di RS Dr Moewardi (RSDM), Solo, Rabu (29/3/2006). Bayi yang berasal dari keluarga miskin di Kota Solo tersebut dalam kondisi lemah sejak dilahirkan dan meninggal beberapa menit setelah lahir. Direktur RSDM Solo, Dr Mardiyatmo, mengonfirmasikan kelahiran bayi yang mengalami kelainan tersebut. Menurutnya, bayi tersebut lahir melalui proses operasi cesar yang dilakukan tim medis RSDM dipimpin Dr Rustam Nuryana SpOG. "Bayi dengan jenis kelamin menyerupai perempuan tersebut mengalami kelainan sejak lahir. Dia kami sebut bayi kembar siam dengan dua kepala. Bibir di kepala yang kiri juga mengalami kelainan sumbing. Kondisinya sangat lemah dia hanya bertahan hidup beberapa menit setelah kelahiran," ujar Mardiyatmo. Menurut Mardiyatmo, dari tampak luar badan tubuh bayi itu hanya satu serta hanya mempunyai sepasang tangan dan dan kaki. Namun pihaknya belum bisa memastikan kemungkinan organ ganda lain pada tubuh bayi tersebut. "Tim kami akan melakukan meneliti tentang kemungkian organ ganda lainnya," kata dia. Bayi tersebut adalah anak keempat pasangan Suyoso (34 tahun) dan Heri Rahayu (36 tahun), warga Cinderejo RT 04 RW 05, Gilingan, Banjarsari, Solo. Suyoso bekerja serabutan di pasar, sedangkan Rahayu hanya mengasuh anak-anaknya di rumah. Rahayu telah berada di RSDM sejak Senin pagi karena kondisinya yang semakin melemah menjelang melahirkan. Operasi cesar untuk mengeluarkan bayinya dilakukan tim dokter sejak 10.50 WIB dan selesai pukul 11.30 WIB. Ny Imam, seorang kader Posyandu di kampung tempat tinggal keluarga Suyoso, mengatakan bahwa sejak kehamilan bulan ketujuh, bidan yang memeriksa kehamilan Rahayu telah mengatakan kemungkinan ada kelainan pada bayi yang dikandung. Pihak Posyandu kampung lalu membuat surat pengantar agar diperiksakan ke RS Islam Kustati, Solo. Saat itu dokter yang memeriksa mengatakan, kemungkinan bayi yang dikandung kembar karena ada dua detak jantung dan terlihat dua organ serupa. "Namun saat itu dikatakan posisi salah satu bayi melintang," papar Ny Imam yang sejak awal menunggui proses kelahiran bayi keempat Ny Rahayu. Pihak Posyandu, kata Ny Imam, juga menganjurkan dan membantu keluarga Suyoso untuk mencari Askes keluarga miskin. "Kami memahami kondisi keluarga mereka dan kami juga sudah memperkirakan biaya yang cukup tinggi dalam persalinan mengingat sudah ada kelainan sejak dalam kandungan," lanjutnya. Sementara itu Suyoso yang ditemui wartawan sesuai persalinan menyatakan tidak akan memberikan keterangan atas kondisi anak keempatnya itu. Dia hanya mengaku edang bersedih dan meminta kepada wartawan untuk tidak memperlihatkan gambar anaknya itu dalam bentuk apa pun kepada publik. (nrl/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads