Ganjil Genap Gantikan Penyekatan, Efektifkah Tekan Mobilitas?

Isal Mawardi - detikNews
Rabu, 11 Agu 2021 06:22 WIB
Kemacetan terlihat di ruas jalan Ibu Kota pagi ini. Belum berlakunya ganjil genap imbas perpanjangan PPKM mikro disinyalir jadi salah satu penyebab macet.
ilustrasi ganjil genap (Foto: Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Polda Metro Jaya mengganti kebijakan penyekatan menjadi ganjil genap selama PPKM mulai dari 12-16 Agustus. Ahli epidemiolog UI Pandu Riono menyebut ganjil genap bukan cara yang pas untuk mencegah penularan Corona.

"Apapun caranya kan tidak efektif kalau warga tidak mematuhi dan tidak faham bahwa masih harus membatasi mobilitas," ungkap Pandu kepada detikcom, Selasa (10/8/2021).

Pandu menyebut kesadaran warga sangat penting untuk meminimalkan mobilitas. "Ya sesuai regulasi, yang tidak perlu pergi tinggal, yang harus pergi cari makan ya diizinkan asalkan 3M dan sudah divaksinasi," tegas Pandu.

Epidemiolog dari Griffith University Australia, Dicky Budiman, menyebut ganjil genap lebih mudah dipantau ketimbang penyekatan. Hal itu dikarenakan, beberapa kali Jakarta sudah menerapkan ganjil genap.

"Dibanding penyekatan, ganjil genap lebih mudah dipantau dan tidak terlalu membebani aparat juga dan juga jelas untuk publik jadi jelas," imbuh Dicky.

"Penyekatan sulit banget dan ini kan bukan perkara baru sehingga lebih muda dipahami, hal-hal seperti ini kan sifatnya mendukung pembatasan yang dilakukan dalam masa PPKM," tuturnya.

Namun, Dicky menyebut ganjil genap bukan cara yang tepat untuk mencegah penularan Corona. Strategi yang lebih efektif yakni dengan 3T, yaitu tracing, testing, dan treatment.

"Untuk mencegah corona ya bukan ganjil genap, itu kan strategi yang sifatnya bukan ini.... strateginya ya 3T, 5M dan vaksinasi, dan membatasi mobilitas itu salah satunya itu membatasi pergerakan manusia melalui pembatasan kendaraan, " tegasnya.

"Tapi kalau disebut efektif ya tentu ada tapi saya masih harus kita lihat karena masalahnya saat ini yang paling besar itu di transportasi dan kepadatan tapi ganjil genap itu bicara motor mobil yang juga dipakai banyak orang jadi yang harus ditekankan itu membatasi mobilitas dan memastikan transportasi publik tidak sampai padat," lanjutnya.

Penyekatan Diganti Ganjil Genap

Polisi meniadakan penyekatan PPKM Jakarta mulai Rabu (11/8). Untuk mengendalikan mobilitas masyarakat, diganti dengan sistem ganjil genap yang berlaku mulai tanggal 12-16 Agustus. Setelah tanggal 16 Agustus akan dievaluasi kembali.

"Malam ini terakhir untuk penyekatan. Rabu (11/8) besok konsolidasi dan pemasangan rambu, Kamis (12/8) mulai ganjil genap," ujar Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Sambodo Purnomo Yogo, kepada wartawan, Selasa (10/8/2021).

Sambodo mengatakan penyekatan PPKM ditiadakan dengan alasan untuk efektifitas dalam pengendalian mobilitas masyarakat.

"Salah satu alasan kenapa kami melakukan ini adalah untuk efektifitas. Dengan menggunakan sistem ganjil genap ini, maka anggota dengan mudah untuk mengawasi bahwa yang lewat hanyalah yang sesuai dengan tanggal di mana dia melaksanakan mobilitas," jelasnya.

Berikut 8 Titik Pengendalian Mobilitas dengan Ganjil Genap:

- Jalan Sudirman
- Jalan MH Thanrin
- Jalan Merdeka Barat
- Jalan Majapahit
- Jalan Gajah Mada
- Jalan Hayam Wuruk
- Jalan Pintu Besar Selatan
- Jalan Gatot Subroto

Simak video 'Ganjil-Genap di 8 Ruas Jalan DKI Tak Berlaku Bagi Kendaraan Roda Dua':

[Gambas:Video 20detik]



(isa/imk)