Pemprov DKI soal Ganjil Genap Pengganti Penyekatan: Kurangi Mobilitas Warga

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Rabu, 11 Agu 2021 01:19 WIB
Foto aerial suasana kendaraan yang terjebak macet di Jalan Tol Cawang-Grogol, Jakarta, Jumat (11/9/2020). Pemprov DKI Jakarta akan kembali menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) total mulai Senin 14 September 2020, yang diiringi menghentikan sementara kebijakan ganjil genap dan akan dilakukan pembatasan transportasi umum serta jumlah penumpang kendaraan. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/foc.
Ilustrasi lalu lintas di Jakarta (Foto: ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA)
Jakarta -

Penyekatan PPKM di 100 titik Jakarta mulai hari ini ditiadakan dan diganti oleh sistem ganjil genap (gage). Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan upaya ini dilakukan untuk mengurangi mobilitas warga dengan menyesuaikan perpanjangan PPKM level 4.

"Jadi upaya-upaya ini dilakukan oleh Dinas Perhubungan dibantu oleh Ditlantas Polda Metro untuk mengatur mobilitas warga (tujuannya) mengurangi mobilitas warga," kata Riza di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (11/8/2021).

Selain itu, Riza juga mengklaim penerapan gage efektif mengurai kemacetan. Hal ini, sebutnya, terbukti ketika gage diberlakukan saat pandemi COVID-19 tahun lalu.

"Dulu kan tahun 2020 efektif (kendalikan kemacetan). Ini dicoba lagi," sebutnya.


Pemprov DKI Ungkap 8 kriteria Lolos Gage

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo menjelaskan, pihaknya akan memberlakukan sistem gage pada 12 Agustus mendatang di 8 ruas jalan.

"Kami akan memberlakukan kembali Kawasan Pembatasan Lalu Lintas dengan Sistem Ganjil-Genap pada ruas-ruas jalan tertentu. Kami imbau juga kepada masyarakat agar tidak melakukan mobilitas yang tidak perlu, kecuali yang bersifat mendesak dan tetap patuhi protokol kesehatan," kata Syafrin.

"Kami turut mengimbau kepada para pengguna jalan agar menghindari ruas jalan tersebut dan dapat menyesuaikan pengaturan lalu lintas yang ditetapkan. Patuhi rambu-rambu lalu lintas, petunjuk petugas di lapangan serta mengutamakan keselamatan di jalan," lanjutnya.

Syafrin menyampaikan, ada 8 kriteria kendaraan yang lolos dari Gage. Berikut rinciannya:

1. kendaraan yang membawa masyarakat disabilitas
2. kendaraan Ambulans
3. kendaraan Pemadam Kebakaran
4. kendaraan angkutan umum (plat kuning)
5. kendaraan yang digerakkan dengan motor listrik


6. sepeda motor
7. kendaraan angkutan barang khusus Bahan Bakar Minyak dan Bahan Bakar Gas
8. kendaraan Pimpinan Lembaga Tinggi Negara Republik Indonesia, yaitu:
- Presiden/Wakil Presiden
- Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat/Dewan Perwakilan Rakyat/Dewan Perwakilan Daerah
- Ketua Mahkamah Agung/Mahkamah Konstitusi/Komisi Yudisial/Badan Pemeriksa Keuangan
- kendaraan Dinas Operasional berpelat dinas, TNI dan POLRI
-kendaraan Pimpinan dan Pejabat Negara Asing serta Lembaga Internasional yang menjadi tamu negara
- kendaraan untuk memberikan pertolongan pada kecelakaan lalu lintas
- kendaraan untuk kepentingan tertentu menurut pertimbangan petugas POLRI, seperti kendaraan Pengangkut Uang (Bank Indonesia, antar Bank, pengisian ATM) dengan pengawasan dari POLRI
- kendaraan petugas kesehatan penanganan COVID-19 selama masa penanggulangan bencana nasional yang diakibatkan oleh penyebaran COVID-19
- kendaraan mobilisasi pasien COVID-19
- kendaraan mobilisasi vaksin COVID-19
-kendaraan pengangkut tabung oksigen

Berikut daftar ruas jalan di Jakarta yang berlakukan Gage:

- Jalan Sudirman
- Jalan MH Thamrin
- Jalan Merdeka Barat
- Jalan Majapahit
- Jalan Gajah Mada
- Jalan Hayam Wuruk
- Jalan Pintu Besar Selatan
- Jalan Gatot Subroto

Selain ganjil genap, polisi akan melakukan mobilitas kawasan dengan sistem patroli selama 24 jam. Ada 20 titik yang akan dikendalikan dengan sistem patroli ini.

- Sepanjang Jalan Sudirman-Thamrin
- Sepanjang Jalan Sabang
- Sepanjang Jalan Bulungan
- Sepanjang Jalan Asia Afrika-Tanjakan Ladogi
- Banjir Kanal Timur
- Kawasan Kota Tua
- Kawasan Kelapa Gading
- Jalan Kemang Raya
- Masjid Al Akbar Kemayoran
- Sunter
- Jatinegara
- Jalan Pintu 1 TMII
- PIK
- Pasar Tanah Abang
- Pasar Senen
- Jalan Raya Bogor
- Jalan Mayjen Sutoyo (Cawang PGC)
- Otista-Dewi Sartika
- Warung Buncit-Mampang Prapatan
- Ciledug Raya

(isa/isa)