10 Gajah Liar Tangkapan Dishut Riau Stres
Rabu, 29 Mar 2006 14:24 WIB
Pekanbaru - Sepuluh ekor gajah liar ditangkap Dinas Kehutanan Provinsi Riau untuk direlokasi dari kawasan konflik dengan manusia. Setelah ditangkap dan diikat di pohon, gajah ini sempat ditelantarkan. Gajah pun mengalami stres. "Gajah yang ditangkap pihak Dishut Riau ini sempat terlantar. Pasokan makanan mereka terbatas, begitu juga dengan kebutuhan air yang serba terbatas. Gajah-gajah ini lebih sepekan sempat mengalami stres," kata aktivis WWF Riau, Nurchalis Fadli, saat dihubungi detikcom, Rabu (29/3/2006) di lokasi penangkapan gajah di Desa Balai Raja, Kabupaten Bengkalis, Riau. Sepuluh gajah liar ini merupakan program Dishut Riau dalam merelokasi gajah di Desa Balai Raja yang sempat terjadi konflik dengan manusia. Program penangkapan ini dilakukan 11-18 Maret 2006 lalu. Sepuluh ekor gajah itu terdiri dari 5 ekor gajah jantan dan 5 ekor gajah betina. Dari 10 ekor itu, 4 ekor merupakan gajah dewasa dan 6 ekor gajah remaja alias ABG. Kaki gajah yang ditangkap ini sempat diikat dengan rantai yang kemudian dicantelkan ke pohon-pohon besar. Bekas lilitan rantai di kaki gajah ini menimbulkan luka serius. Kini rantai yang melilit sudah dilepas WWF Riau. "Bekerja sama dengan Dishut, kita sudah melepas rantai dari kaki gajah yang kemudian kita ikat pada bagian leher. Dengan demikian kini gajah-gajah itu sudah bisa tidur," kata Fadli. Dalam lima hari terakhir ini, sepuluh ekor gajah itu sudah diberi pasokan makanan standar. Begitu juga dengan pasokan air yang sudah memadai. "Kebutuhan makan dan minum gajah ini sudah bisa terpenuhi. Kita berharap gajah-gajah ini jangan sampai mengalami stres kembali," kata Fadli.
(nrl/)











































