Direktur Transmisi PLN Dilempar Telor oleh Korban SUTET
Rabu, 29 Mar 2006 13:37 WIB
Jakarta - Lagi-lagi pejabat PLN kena lemparan telor. Jika dulu Dirut Eddie Widiono, kali ini korbannya adalah Direktur Transmisi dan Distribusi PLN Herman Daniel. Telor yang dilemparkan mengenai jidat pria berumur 50-an tahun itu.Peristiwa pelemparan telor itu terjadi begitu acara dialog Komnas HAM, PLN, Depkes dan korban SUTET di ruang pleno Komnas HAM lantai 3, Jalan Latuharhari, Jakarta Pusat, ditutup, sekitar 13.00 WIB, Rabu (29/3/2006).Begitu ditutup, anggota Komnas HAM yang memfasilitasi acara itu, Ansari Thayib, langsung dikerubuti wartawan untuk wawancara. Sedangkan pejabat-pejabat yang diundangnya membubarkan diri, demikian juga dengan korban SUTET yang ada 30-an orang.Tapi nasib apes menimpa Herman Daniel. Saat hendak pergi, sebuah telor mendarat di jidatnya. Telor yang dilempar oleh korban SUTET itu pecah memuncratkan isinya. Herman dan anak buahnya dari PLN jelas kaget. Buru-buru Herman yang mengenakan safari abu-abu dan berkacamata itu mengelap jidatnya.Dua staf Herman langsung melindungi bosnya. Herman yang rambutnya telah memutih itu dikawal menuju lift dengan langkah terburu-buru. "PLN tukang bohong! PLN tukang bohong!" begitu teriakan massa dari Solidaritas Advokasi Korban SUTET. Sedangkan korban SUTET lainnya berteriak huuu....!Wartawan kehilangan jejak Herman Daniel begitu pejabat PLN itu masuk lift. Ketika disusul dengan lift yang sama, Herman dan stafnya tidak terlihat di lantai dasar. Besar kemungkinan dia telah meninggalkan gedung Komnas HAM.Sebelumnya, dalam dialog, terjadi kebuntuan karena PLN enggan merespons tuntutan ganti rugi dan relokasi korban SUTET.Dan setelah dialog berakhir, para korban SUTET beramai-ramai menggotong 3 temannya yang sedang aksi jahit mulut kembali ke Posko Selamatkan Rakyat Indonesia (SRI) di Jalan Diponegoro. Mereka diangkut dengan gerobak.
(nrl/)











































