Tjahjo Kumolo:
Pemberantasan KKN Hanya Kampanye
Rabu, 29 Mar 2006 12:50 WIB
Jakarta - Pemberantasan KKN yang diusung pemerintahan SBY dianggap tidak menghasilkan sesuatu yang signifikan. Program itu hanya sekadar kampanye belaka.Hal itu disampaikan Ketua FPDIP Tjahjo Kumolo saat menjadi pembicara dalam Milad KAMMI di Jakarta Media Center (JMC), Jalan Kebon Sirih, Jakarta, Rabu (29/3/2006). "Kalau mau jadi sapu, maka lingkungan sekitarnya harus bersih," kata Tjahjo.Dia juga mengatakan, DPR seharusnya mengawal aspirasi rakyat dan menagih janji-janji yang pernah diucapkan pemerintah untuk menjaga kedaulatan Indonesia, baik itu dalam bidang ekonomi, pertahanan, pangan dan energi.Pemerintah harus menolak impor pangan apapun dan dari manapun. Sementara untuk kedaulatan ekonomi, pemerintah jangan terjebak oleh IMF atau Bank Dunia, sehingga hanya sibuk membayar utang. Dan untuk kedaulatan energi, pemerintah harus menolak liberalisasi migas seperti yang terjadi pada Blok Cepu dan Freeport.Dia membandingkan zaman SBY dengan zaman ketika Ketua Umum PDIP Megawati menduduki kursi RI-1. Saat itu Mega secara tegas menolak dua hal, yaitu pengelolaan dengan penguasaan operator dari ExxonMobil secara menyeluruh dan menolak diambilnya Abu Bakar Ba'asyir dari Indonesia oleh pihak asing."Tetapi pemerintah saat ini rasanya terlalu lunak. Padahal tahun 2006 ini akan bom besar di Indonesia, yaitu pengangguran," kata dia.Pemerintahan SBY dinilai banyak melakukan perubahan besar-besaran, tapi sayangnya perubahan itu terjadi pada kenaikan harga BBM yang mencapai puluhan kali lipat, perubahan peningkatan pengangguran, dan perubahan kenaikan elpiji.Ia juga menyayangkan adanya persaingan antara Presiden SBY dan Wakil Presiden Jusuf kalla dalam menyongsong Pemilu 2009.
(umi/)











































