Apa Kitab Suci Allah SWT yang Pertama Kali Diturunkan kepada Manusia?

Rahma Indina Harbani - detikNews
Selasa, 10 Agu 2021 06:05 WIB
al quran
Foto: Getty Images/iStockphoto/LV4260
Jakarta -

Sebagaimana yang kita tahu, Allah SWT menurunkan empat kitab yang wajib kita imani sebagai umat Islam. Melalui Rasul yang diutus-Nya, kitab-kitab tersebut diturunkan pada masa-masa yang berlainan. Lantas, kitab suci apa yang pertama kali diturunkan kepada manusia?

Turunnya kitab kepada para Rasul termaktub dalam QS. Al Baqarah ayat 4 sebagai berikut:

وَٱلَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِمَآ أُنزِلَ إِلَيْكَ وَمَآ أُنزِلَ مِن قَبْلِكَ وَبِٱلْءَاخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ

Artinya: "dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Quran) yang telah diturunkan kepadamu dan kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat." (QS. Al Baqarah: 4).

Kitab-kitab yang dimaksud dalam ayat tersebut di antaranya adalah kitab Taurat, Zabur, Injil, dan Al Quran. Menurut buku Pendidikan Agama Islam karya Aris Abi Syaifullah dkk, kitab suci yang pertama kali diturunkan kepada manusia melalui Rasul-Nya adalah kitab Taurat.

Kitab Taurat diwahyukan kepada Nabi Musa pada abad ke-12 SM (Sebelum Masehi). Kisah turunnya kitab Taurat dilansir dari buku Belajar Aqidah Akhlak karya Muhammad Asroruddin Al Jumhuri, saat itu Nabi Musa mendapatkan wahyu dari Allah dengan izin dan pertolongan dari Allah berhasil selamat dari kejaran Raja Fir'aun.

Nabi Musa berusaha melarikan diri ke negeri Madyan. Di negeri ini, Nabi Musa bertemu dengan Nabi Syu'aib yang menjadi mertuanya. Setelah cukup lama bermukim di Madyan, Nabi Musa meminta izin kepada Nabi Syuaib untuk kembali ke Mesir mengunjungi orang tuanya.

Saat masih berada di tengah perjalanan di atas bukit yang bernama bukit Tuwa (bukit Thursina), Nabi Musa melihat api. Beliau pun mendatangi api tersebut dan melihat sebuah sinar yang sangat terang. Saat itulah Beliau menyadari adanya pertanda dari Allah SWT.

Pertanda bahwa Nabi Musa menerima wahyu pertama dan diangkat menjadi Rasul.

Menurut buku Pendidikan Agama Islam: Akidah Akhlak karya Drs. H. Masan AF, M.Pd., setelah Fir'aun dan para tentaranya tenggelam, Nabi Musa pergi ke Gunung Sinai. Ia meninggalkan mereka kepada Nabi Harun.

Klik halaman berikutnya