Adakah Puasa 1 Muharram? Ini Penjelasannya

Rahma Indina Harbani - detikNews
Senin, 09 Agu 2021 13:42 WIB
4 Hukum Berpuasa bagi Musafir dalam Islam
Foto: iStock
Jakarta -

Tahun baru Islam 1443 H atau 1 Muharram akan jatuh pada Selasa (10/8/2021) besok. Dalam sebuah hadits, bulan Muharram disebut sebagai salah satu bulan yang istimewa dalam Islam bersama dengan bulan Ramadhan. Lantas, apakah ada anjuran berpuasa 1 Muharram?

Puasa 1 Muharram artinya puasa yang dilakukan pada tanggal 1 Muharram atau Tahun Baru Islam yang jatuh pada Selasa, 10 Agustus 2021. Untuk berpuasa di bulan Muharram ada beberapa puasa yang disunnahkan. Namun, khusus untuk 1 Muharram tidak memiliki anjuran tersendiri yang tercantum dalam hadits atau pun Al Quran.

Ustadz KH Wahyul Afif Al-Ghafiq menyebut puasa 1 Muharram boleh dilakukan asal tidak ada niat untuk mengkhususkan 1 Muharram dan meyakini keistimewaannya dibanding hari-hari lainnya.

"Asalkan tidak ada niat mengkhususkan tanggal 1 Muharram dengan meyakini keistimewaannya dibanding hari-hari yang sesudahnya, maka tidak ada dalil sahih yang menyunahkannya. Yang disunahkan adalah memperbanyak puasa pada bulan Muharram," papar Wahyul, dikutip dari CNN Indonesia, Senin (9/8/2021).

Wahyul juga menambahkan bahwa tidak ada niat khusus yang bisa dilafalkan untuk berpuasa pada 1 Muharram. Menurutnya, berpuasa pada 1 Muharram memiliki hukum sunnah mutlak. Hal ini berarti ibadah tersebut dapat dilakukan tanpa memerlukan sebab tertentu dan kapan saja kecuali waktu-waktu yang diharamkan.

Pilihan untuk berpuasa sunnah di bulan Muharram juga dapat dilakukan pada awal, tengah, atau pun akhir bulan.

"Berpuasa di bulan Muharram tidak hanya dapat dilakukan pada tanggal 1 Muharram tapi juga boleh dilakukan pada awal, tengah, atau akhir bulan. Berpuasa sunah ini harus diniatkan karena Allah semata, bukan karena hal lain," sambung dia.


1. Puasa Tasu'a
dilaksanakan pada 9 Muharram yang jatuh pada hari Rabu, 18 Agustus 2021. Bacaan niat puasa Tasu'a adalah sebagai berikut:Adapun puasa-puasa sunnah yang dianjurkan untuk diamalkan di bulan Muharram sesuai dengan dalilnya adalah sebagai berikut.

نَوَيْتُ صَوْمَ تَاسُعَاءْ سُنَّةَ ِللهِ تَعَالَى

Arab-latin: Nawaitu shauma tasu'a sunnatal lillaahita'ala

Artinya: "Saya niat puasa hari tasu'a, sunnah karena Allah ta'ala."

2. Puasa Asyura dilaksanakan pada 10 Muharram yang jatuh pada Kamis, 19 Agustus 2021. Berikut ini niat puasa Asyura beserta artinya:


نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ ِعَا شُورَاء لِلهِ تَعَالَى

Arab-latin: Nawaitu shauma ghadin 'an ada'i sunnati 'Asyura lillahi ta'ala

Artinya: "Saya berniat puasa sunah Asyura karena Allah Lillahi ta'ala"

Rasulullah SAW selalu mengerjakan kedua puasa sunnah tersebut pada bulan Muharram. Keutamaan dari mengamalkan puasa Asyura diriwayatkan dari Abu Qatadah RA, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda:

وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَرَفَةَ فَقَالَ « يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ وَالْبَاقِيَةَ ». قَالَ وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَاشُورَاءَ فَقَالَ « يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ

Artinya: "Puasa Arafah akan menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang." Beliau juga ditanya mengenai keistimewaan puasa 'Asyura? Beliau menjawab, "Puasa 'Asyura akan menghapus dosa setahun yang lalu." (HR, Muslim).

Sementara itu, puasa Tasu'a dianjurkan oleh Rasulullah SAW untuk membedakan diri dengan orang Yahudi yang hanya melaksanakan puasa tanggal 10 Muharram. Hal ini sebagaimana yang dilansir dari buku Khutbah Jum'at dari Taufiq Al Farisi.

Jadi kesimpulannya, puasa 1 Muharram tidak ada anjuran khusus dari dalil hadits ataupun Al Quran. Sahabat Hikmah dapat berpuasa sunnah Asyura dan Tasu'an yang lebih dianjurkan untuk diamalkan pada bulan Muharram.

Lihat juga Video: Heboh Kelompok 'Rambut Merah' di Cianjur Tak Wajibkan Salat-Puasa

[Gambas:Video 20detik]



(rah/nwy)