Walkot Semarang Kunjungi Anak yang Kehilangan Orang Tua Gegara Corona

Angga Laraspati - detikNews
Minggu, 08 Agu 2021 18:35 WIB
Pemkot Semarang
Foto: Dok. Pemkot Semarang
Jakarta -

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengunjungi Tiffani, salah seorang anak yang berada di Rumah Susun Karangroto, Banjardowo, Genuk. Tiffani saat ini harus tinggal bersama neneknya usai kedua orang tuanya meninggal akibat terserang COVID-19.

Pandemi COVID-19 yang melanda Indonesia, tak terkecuali di Kota Semarang, tak hanya membuat permasalahan kesehatan dan ekonomi di masyarakat. Wabah virus corona tersebut rupanya juga memunculkan persoalan sosial baru.

Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi mengungkapkan kasus meninggal karena COVID-19 di ibu kota Jawa Tengah telah membuat sedikitnya 100 anak usia dini kehilangan orang tua. Salah satu anak yang kehilangan orang tuanya adalah Tiffani. Dalam unggahan Instagram Hendi yaitu @hendrarprihadi, dirinya menyatakan sangat prihatin dengan kondisi yang dialami Tiffani.

"Keprihatinan luar bisa saya rasakan saat bertemu dengan Tiffani. Dan Tiffani bukanlah satu-satunya anak di Kota Semarang yang kehilangan orang tua karena COVID-19. Mari berbagi kepedulian bila di wilayah panjenengan ada yang mengalami hal serupa," kata Hendi dikutip dari unggahan instagramnya, Minggu (8/8/2021).

"Saya mohon ayo kita bersama-sama saling menjaga. Jangan sampai terus bermunculan Tiffani-Tiffani lain," sambungnya.

Kala bertemu Tiffani yang saat ini tinggal bersama neneknya, Hendi pun menegaskan akan berupaya untuk bisa mendukung keperluan kesehatan dan pendidikan Tiffani ke depan. Tak lupa, Hendi juga berpesan agar Tiffani dapat tetap semangat untuk menjadi pribadi yang pintar dan sukses.

"Tiffani, perjalanan masih jauh. Maka satu-satunya cara kamu harus pintar, sehingga kemudian kamu bisa membahagiakan eyangmu. Kita pokoknya siap back up," tutur Hendi.

Hingga tanggal 8 Agustus 2021, menurut data yang dihimpun oleh relawan sosial SRIKANDI seTIA HENDI, telah tercatat tak kurang dari 108 anak usia dini yang kehilangan orang tua karena COVID-19, baik ayah, ibu, maupun keduanya.

Data terbanyak yang berhasil dihimpun ada pada Kecamatan Banyumanik sebanyak 28 anak, kemudian Kecamatan Genuk sebanyak 21 anak, dan Kecamatan Gajahmungkur sebanyak 20 anak.

(akn/ega)