Dinkes DKI Jelaskan Penyebab Vaksinasi Dosis Kedua Masih Rendah

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Minggu, 08 Agu 2021 14:37 WIB
Mobil vaksin keliling dikerahkan untuk memudahkan warga Jakarta yang ingin divaksin. Mobil ini menargetkan 1.000 warga.
Ilustrasi vaksin di Jakarta (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Dinas Kesehatan DKI Jakarta menjelaskan penyebab capaian vaksinasi dosis kedua di Ibu Kota masih rendah dibanding dosis pertama. Dinkes DKI menyebut vaksinasi dosis kedua bergantung dengan jenis vaksin yang disuntikkan pada dosis pertama.

"Dosis dua ini bukan berarti lambat tapi waktunya itu yang susah. Karena dia ada target waktu, ada yang 4 minggu, 3 bulan. Tergantung jenis vaksinnya," kata Kasi Yankes Rujukan dan Krisis Dinkes DKI Jakarta Sulung Mulia saat dimintai konfirmasi, Minggu (8/8/2021).

Merujuk pada informasi dari Pemprov DKI Jakarta, total vaksinasi dosis pertama mencapai 8.185.795. Di sisi lain, dosis kedua vaksinasi Corona masih di angka 3.184.396.

Kendati demikian, Sulung menyampaikan mayoritas warga yang sudah mendapatkan suntikan pertama pasti menjalani penyuntikan dosis kedua. Kondisi ini berbeda dengan warga yang sejak awal menolak vaksinasi Corona.

"Tetapi bisa dipastikan vaksin kedua on schedule karena vaksinnya sudah ada, jadwal sudah tersedia. Warga kalau sudah divaksinasi pertama pasti ingin vaksin kedua," sebutnya.

"Berbeda dengan yang belum divaksin. Itu susah. Jadi dia menolak dengan berbagai alasan, tapi kalau udah vaksin pertama vaksin kedua lebih mudah," lanjut Sulung.

Faktor lainnya yakni masih ada warga yang terpapar COVID-19 tetapi sudah divaksin dosis pertama. Untuk kasus ini, Sulung menjelaskan warga perlu menunggu tiga bulan pasca-negatif COVID-19 untuk disuntik vaksin kedua.

"Kedua ada kasus, gausah yang lain lah, saya sendiri contohnya udah vaksin pertama eh saya kena COVID. Kan mesti 3 bulan lagi, jadi makin lama," ujarnya.

Sulung juga mengatakan target vaksinasi di DKI Jakarta bertambah seiring adanya perluasan sasaran vaksinasi COVID-19 menjadi 8,9 juta. Dia optimistis target tersebut dapat tercapai tahun ini.

"Jadi pembuat target itu sesuai dengan umurnya, waktu itu kan (syaratnya) di atas 18. Kita hitungnya target di atas 18. Terus begitu anak-anak bisa, kita revisi lagi targetnya menjadi ditambahkan anak-anak," ujarnya.

"Kita masih rekonsiliasi data tapi sekitar di angka, maksimal kita lebih tinggi di 8,9 juta. Jadi DKI justru targetnya lebih tinggi dari nasional karena kita masih rekonsiliasi data," lanjutnya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menegaskan percepatan vaksinasi dosis kedua tak dapat dilakukan. Sebab, Anies mengatakan pemberian vaksin dosis kedua tergantung dengan jenis vaksin yang diberikan pada dosis pertama.

"Nggak bisa dipercepat. Makanya saya komentari, jadi suntikan kedua bukan strategi percepatan karena jadwalnya tergantung jenis vaksinnya," kata Anies kepada wartawan, Kamis (5/8).

Eks Mendikbud itu kemudian mencontohkan, apabila seorang warga disuntik vaksin jenis AstraZeneca, warga tersebut harus menunggu tiga minggu untuk mendapat dosis kedua. Untuk itulah, dia menyampaikan penyuntikan dosis kedua tidak bisa dipercepat lantaran harus mengikuti penjadwalan vaksin dosis pertama.

"Soal fase kedua itu soal penjadwalan. Misalnya, disuntik AstraZeneca dia harus menunggu 12 minggu," jelasnya.

Pemprov DKI memilih mengejar capaian penyuntikan vaksinasi COVID-19 dosis pertama hingga seluruh penduduk di Jakarta divaksin. Menurutnya, ini merupakan kunci menuju penyuntikan dosis kedua.

Simak Video: Jokowi Minta Semua Vaksin Segera Disuntikkan ke Masyarakat

[Gambas:Video 20detik]

(idn/idn)