Airlangga Hartarto Dinilai Sukses Bawa RI Keluar dari Jurang Resesi

Jihaan Khoirunnisaa - detikNews
Sabtu, 07 Agu 2021 20:55 WIB
Airlangga Hartarto
Foto: Golkar
Jakarta -

Kepala Departemen Ekonomi Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Yose Rizal Damuri mengapresiasi kinerja Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Ia menilai Airlangga berhasil membawa Indonesia keluar dari resesi. Yose menilai kebijakan yang dikeluarkan Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) ini berhasil mengamankan aspek ekonomi serta perbaikan pada aspek kesehatan.

"Airlangga Hartarto sukses meredam penyebaran COVID-19 sekaligus sukses membawa Indonesia keluar dari resesi," ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (7/8/2021).

Diketahui berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada kuartal II 2021 pertumbuhan ekonomi RI mencapai 7,07%. Angka tersebut menjadi yang tertinggi dalam 17 tahun terakhir atau sejak 2004. Menurutnya penanganan pandemi di Indonesia tidak hanya mengutamakan sektor kesehatan, tetapi juga turut memperhatikan sektor ekonomi.

"Program pemerintah membantu di beberapa sektor. Kondisi kesehatan yang under control juga mempengaruhi," tandasnya.

Namun, Yose mengatakan perbaikan ekonomi nasional lebih disebabkan karena perbaikan kesehatan. Imbasnya, sambung dia, pengeluaran uang tidak lagi bersikap wait and see sehingga investor juga tak segan untuk menanamkan modalnya.

"Kita melihat situasi ini secara helicopter view, tidak bisa secara parsial. Jika hanya dilihat dari sisi kesehatan, kebijakan terkesan kurang tegas. Jika dilihat dari sisi ekonomi saja, kebijakannya terkesan terlalu membatasi. Ini harus dilakukan secara hati-hati dan dihitung dengan cermat, karena pemerintah harus mempertimbangkan berbagai aspek ini," terangnya.

Diungkapkannya, demi menjaga daya beli masyarakat tetap tinggi maka pemerintah menerapkan beragam skema bantuan sosial dan insentif. Deretan program tersebut dinilainya memberikan dampak positif, seperti bantuan sosial yang mampu mendorong konsumsi masyarakat.

"Program pemerintah tentunya berguna untuk menjaga kehidupan masyarakat tidak jatuh terlalu dalam. Agar masyarakat bisa hidup secara subsistem sambil menunggu perbaikan," katanya.

Senada, peneliti Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Saidiman Ahmad juga mengapresiasi peran Airlangga terkait pertumbuhan ekonomi nasional. Saidiman menyebut pertumbuhan ekonomi bisa mempertegas usaha pemerintah yang tak sekadar memfokuskan penanganan pandemi dalam 1 sektor saja.

"Pertumbuhan ekonomi 7,07 persen adalah capaian yang luar biasa besar dalam proses pemulihan ekonomi nasional," katanya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan dampak ekonomi yang bertumbuh positif juga akan mendorong perbaikan sektor kesehatan. Menurutnya, pemerintah cukup berhasil menangani pandemi.

"Walaupun kasus konfirmasi positif harian masih relatif besar, tapi cukup bisa ditahan sehingga tidak meledak seperti di India," tandasnya.

Sebelumnya, Airlangga mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II 2021 lebih tinggi dibandingkan sejumlah negara tetangga. Seperti diketahui, pada kuartal tersebut ekonomi tumbuh sebesar 7,07% (yoy).

"Pertumbuhan ekonomi lebih tinggi dibandingkan negara tetangga kita seperti India yang sebesar 1,6%, Vietnam 6,6%, Korea Selatan 5,9%, dan Jepang minus 1,6%," pungkasnya.

Airlangga menambahkan, seluruh wilayah Indonesia telah mengalami perbaikan dalam perekonomiannya. Pulau Jawa sebagai kontributor terbesar perekonomian nasional tumbuh tinggi sebesar 7,78% di kuartal II 2021, diikuti Pulau Maluku dan Papua, Sulawesi, Kalimantan, Sumatera, dan Bali.

(prf/ega)