Walhi Tolak Proyek 'Bakar-bakaran Sampah', DLH DKI Pastikan Ikuti Aturan

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Sabtu, 07 Agu 2021 20:14 WIB
Proses revitalisasi Taman Tebet terus dilakukan. Taman itu diketahui direvitalisasi menjadi Eco Garden. Sudah sejauh mana progres revitalisasinya?
Revitalisasi Taman Tebet (Grandyos Zafna/detikcom)

Sebelumnya, Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) DKI Jakarta menolak rencana pembangunan Fasilitas Pengelolaan Sampah Antara (FPSA) di Taman Tebet, Jakarta Selatan (Jaksel). Walhi memaparkan sejumlah alasan.

"Walhi Jakarta secara tegas menolak rencana ini dengan beberapa alasan, pertama proyek pengelolaan sampah dengan cara bakar-bakaran sampah (insinerator) tersebut tidak ada dalam kebijakan dan strategi daerah dalam pengelolaan sampah rumah tangga dan sejenis rumah tangga," demikian pernyataan Walhi DKI seperti dilihat di situs resminya, Sabtu (7/8/2021).

Alasan kedua, Walhi melihat proyek FPSA itu juga berpotensi menambah beban pencemaran udara berada di area publik--Taman Tebet--dan berdekatan langsung dengan permukiman. Selain itu, mereka menyoroti situasi beban pencemaran udara Jakarta yang tinggi.

"Bisa dibayangkan area yang biasa dijadikan area publik, seperti rekreasi, berolahraga, dan lain sebagainya, akan terpapar dampak buruk insinerator," katanya.

Mereka menyatakan teknologi termal seperti insinerator bukan merupakan energi baru, dan sudah banyak ditinggalkan. Teknologi insinerator ini juga dinilai bertentangan dengan Peraturan Daerah (Perda) No 04 Tahun 2019 karena tidak memperhatikan aspek sosial dan tidak tepat guna dalam pengelolaan sampah.

"Kami melihat ini adalah cara berpikir pendek Dinas Lingkungan Hidup, Pemkot Jakarta Selatan, dan PUD Sarana Jaya dalam pengelolaan sampah," katanya.

Walhi mengungkit Gubernur DKI Anies Baswedan yang pernah meminta tanggapan publik di media sosial pada 2020 tentang rencana revitalisasi Taman Tebet. Menurutnya, rencana FPSA dengan insinerator ini tidak mungkin muncul dari publik.

Sebab, lanjutnya, tidak ada masyarakat yang menginginkan proyek yang mengancam wilayahnya sendiri.

Mereka menilai upaya yang semestinya diperkuat pemerintah adalah pengelolaan sampah berbasis (TPS) 3R berbasis masyarakat. Karena jumlah TPS 3R Jakarta masih jauh dari angka ideal.

Kemudian juga memberikan dukungan dan memperluas praktik-praktik baik pengelolaan sampah yang sudah berjalan di komunitas masyarakat. Mereka meminta Anies membatalkan rencana tersebut.

"Dengan ini Walhi Jakarta meminta kepada Gubernur DKI Jakarta untuk segera membatalkan rencana proyek bakar-bakaran sampah di Taman Tebet, karena berpotensi membahayakan ruang interaksi masyarakat," ujarnya.

"Selain itu, revitalisasi Taman Tebet dengan memasuki pengelolaan sampah menggunakan teknologi insinerator ini jauh dari konsep dan komitmen Gubernur untuk menjadikan taman tersebut dengan konsep eco garden (menggabungkan taman dengan sarana interaksi, edukasi, dan rekreasi, masyarakat)," tambahnya.


(maa/maa)