Di Batam Naik Taksi Bisa Ngeteng
Rabu, 29 Mar 2006 06:40 WIB
Batam - Bila anda yang sudah terbiasa berpergian ke Batam, mungkin ini hal yang biasa. Tapi bagi yang pertama kali ke Batam, jangan heran bila di kota tersebut banyak taksi tidak layaknya seperti yang berseliweran di kota-kota besar lainnya, khususnya Jakarta. Bila di Jakarta, bila anda naik taksi sudah menjadi sebuah hukum yang pasti, anda seorang dirilah yang menikmati berkeliling kota bersama keluarga, entah untuk keperluan ke kantor atau sebagainya. Di Batam, jangan heran bila taksi tiba-tiba di tengah jalan akan menerima penumpang lain, selain anda yang duduk di dalamnya.Yah, layaknya seperti angkutan kota di wilayah Indonesia lainnya. "ini bukan hal yang aneh, sudah biasa dari dulu," kata Edi, seorang pedagang rokok kepada detikcom yang ditemui di Pasar Jodoh, Batam, Selasa (28/3/2006) malam.Penasaran, maka detikcom naik taksi yang berwarna biru dari Pasar Jodoh menuju Sekupang. Ternyata, di dalam taksi sudah ada dua orang yang duduk di depan dan kursi belakang.Setelah meluncur, di tengah jalan ternyata taksi sempat berhenti lagi untuk mengangkut satu penumpang lainnya. Sesampainya di Sekupang, sekitar 30-40 menit atau berjalan 20 Km dari Pasar Jodoh, para penumpang turun dan masing-masing membayar ongkos Rp 5.000. Namun, bila hendak mencarter taksi sendirian, cukup merogoh kantong sebesar Rp 15.000-Rp 20.000. Harga itu tergantung hasil tawar menawar calon penumpang dengan sopir taksi. "Kebiasaan ini sudah lama sejak dulu. Kalau tidak diketeng, tidak ada penumpangnya, carter pun sedikit," jelas Dendi, yang sudah lima tahun berprofesi sebagai sopir taksi ini. Menurut Dendi, taksi yang menarik penumpang di tengah jalan ini berlaku hampir di seluruh kota Batam. Sedangkan untuk angkutan kota hanya beroperasi di atau menuju pinggiran kota saja. Dendi mengaku, dalam setengah hari dirinya bisa memperoleh pendapatan Rp 50.000. Sementara, setoran yang harus diserahkan ke pool taksinya sebesar Rp 50.000. "Yang besar biaya minyak (bensin) sampai Rp 100.000," ujarnya dengan logat Melayu yang kental.Seperti taksi pada umumnya, taksi resmi di Batam juga menggunakan logo, plat nomor polisi berwarna kuning dan lampu di atas kendaraanya. Tapi menariknya lagi, taksi resmi ini berseliweran bersama dengan taksi gelap alias plat hitam tanpa larangan dari pihak yang berwenang. "Habis mengurus menjadi nomor plat kuning susah," jelas seorang pengemudi taksi gelap yang enggan disebutkan namanya.
(zal/)











































